50 Hari Dipenjara, Begini Kondisi Augie Fantinus

Abdul Rahman Syaukani Selasa, 4 Desember 2018 06:15:36
Augie Fantinus sudah 50 hari mendekam di tahanan Polda Metro Jaya akibat kasus pencemaran nama baik. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Augie Fantinus sudah 50 hari mendekam di tahanan Polda Metro Jaya akibat kasus pencemaran nama baik. Kasus ini berawal dari postingan video di akun media sosial Augie Fantinus soal dugaan adanya oknum polisi yang menjadi calo tiket di Asian Para Games 2018.

50 hari ditahan, Augie Fantinus memberikan kabar tentang kondisinya melalui sepucuk surat yang dibacakan sang istri, Adriana Bustami, dalam jumpa pers film Lagi Lagi Ateng di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/12).

Augie Fantinus mengabarkan bahwa kondisinya dalam kondisi sehat selama berada di dalam tahanan Polda Metro Jaya.

"Teman-teman cast, kru, sutradara dan produser film Lagi Lagi Ateng. Teman-teman media, saya Augie Fantinus meulis surat ini di Polda Metro Jaya. Saya di sini sudah 50 hari. Puji Tuhan saya dalam keadaan sehat dan bisa melewati proses ini dengan baik," Adriana Bustami membacakan surat Augie Fantinus di hadapan awak media.

Lewat sepucuk surat yang dititipkannya kepada sang istri, Augie Fantinus mengaku senang dan bangga mendapat kepercayaan sebagai bintang utama dalam film Lagi Lagi Ateng.

"Saya pertama kali dipercaya memerankan tokoh utama di film Lagi Lagi Ateng," kata Adriana Bustami sambil terisak.

Augie Fantinus bersyukur bisa menuntaskan proses syuting dengan baik. Sehingga film Lagi Lagi Ateng bisa tayang di bioskop tanah air mulai 10 Januari 2019 mendatang. Hal itu tak lepas dari dukungan yang diberikan sang istri.

"Saya bersyukur istri saya men-support. Sampai bertemu di bioskop seluruh Indonesia tanggal 10 Januari 2019," tuturnya.

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.