Lihat Kekuatan Cinta Dhawiya dan Kekasih, Elvy Sukaesih Teringat Almarhum Suami

Altov Johar Rabu, 27 Maret 2019 06:30:22
Elvy Sukaesih merestui Dhawiya untuk menikah. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus narkoba tak mengurangi restu Elvy Sukaesih untuk Dhawiya Zaida dan Muhammad. Sebagai orang tua, Elvy menyambut bahagia rencana pernikahan Dhawiya dan Muhammad, yang akan digelar pada 29 Maret 2019.

Elvy Sukaesih tidak mau menjustifikasi seseorang karena masalah yang tengah dihadapi. Karena, kata dia, pada dasarnya manusia beproses untuk menjadi lebih baik.

"Manusia ini kan semua ada proses. Kita enggak bisa bilang selamanya penjahat jadi penjahat. Jadi saya percayakan banget muhammad tolong begini, begini, begini," kata Elvy Sukaesih, di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Elvy Sukaesih merestui Dhawiya untuk menikah. (Ari/tabloidbintang.com)
Elvy Sukaesih merestui Dhawiya untuk menikah. (Ari/tabloidbintang.com)

Dhawiya dan Muhammad yang saling mencinta juga menjadi alasan Elvy memberika restunya untuk mereka. Bahkan Elvy teringat pada pernikahan dengan almarhum suaminya, Zaidun Zeidh Abu Bakar Jindan, yang dilandasi oleh cinta.

"Perkawinan saya sama abahnya juga cinta awalnya. Cinta yang saya utamakan, pengagum cinta. Jadi kita enggak bisa anak udah saling cinta terus saya cut. Akhirnya nanti malah enggak bagus," ungkap Elvy.

Elvy berdoa semoga rencana bahagia ini berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu Dhawiya dan Muhammad menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat

"Mudah-mudahan semuanya lancar, aman, selamat, jadi jodohnya dunia dan akhirat, amin sampai akhir hayat, amin," ucap Elvy Sukaesih.

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.