Masih Dijuluki Ratu Ekstasi, Zarima Mirafsur: Yang Lebih Parah Dari Saya Banyak!

Wayan Diananto Sabtu, 6 April 2019 22:00:31
Zarima Mirafsur kini aktif dalam seminar tentang bahaya penggunaan narkoba. (Foto: Wayan Diananto)

TABLOIDBINTANG.COM - Gara-gara memiliki 30 ribu butir ekstasi, Zarima Mirafsur (44) diciduk polisi pada 1996. Kasus dan persidangannya bergulir menahun. Zarima Mirafsur lantas dijuluki Ratu Ekstasi. Lebih dari 20 tahun berlalu, julukan Ratu Ekstasi masih saja melekat padanya. Zarima Mirafsur mengaku pasrah masih dikaitkan dengan narkoba. Padahal, kini ia justru aktif menjadi narasumber di berbagai seminar tentang bahaya narkoba.

"Ya, saya masih dijuluki Ratu Ekstasi. Tapi saya pikir itu julukan saja. Sebenarnya, yang lebih parah dari saya banyak, mengapa mereka tidak dijuluki Ratu atau Raja Ekstasi? Mungkin saya memiliki keistimewaan tersendiri. Bisa jadi karena saya dari dunia atlet dan figur publik," ujar Zarima Mirafsur dalam sesi wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com.

Ratu Ekstasi jelas bukan gelar yang baik. Namun Zarima Mirafsur percaya, gelar lawas itu tidak memengaruhi citranya saat ini. "Negatif atau tidak itu tergantung sudut pandang orang terhadap saya. Menjadi negatif karena dikaitkan dengan kepemilikan ekstasi yang tidak sedikit. Malah sangat banyak pada zamannya. Saya tidak memusingkan itu. Yang penting bagaimana menjalani hidup ke depan," imbuh Zarima Mirafsur di Jakarta, belum lama ini.

Zarima Mirafsur kini punya 3 anak, dua laki-laki dan seorang perempuan. "Anak-anak saya tahu julukan itu. Saya bilang kepada mereka, Ratu Ekstasi hanyalah masa lalu Mami. Dulu ilmu dan iman Mami kurang. Jadi mudah dipermainkan oleh hidup. Kalian jangan sampai seperti Mami,” Zarima Mirafsur mengakhiri perbincangan.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.