Putra Ustadz Arifin Ilham Kenang Momen saat Didesak Ayahnya Nikah Muda

TEMPO Senin, 27 Mei 2019 08:15:12
Muhammad Alvin Faiz sempat gelagapan saat didesak ayahnya untuk segera menikah. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Muhammad Alvin Faiz, putra sulung ustad Arifin Ilham, mulai memahami alasan sang ayah menikahkannya di usia 17 tahun. Meski ia mengaku gelagapan didesak ayahnya untuk segera menikah, pada unggahan terbarunya, ia mengaku mulai menyadari bahwa ayahnya ingin menimang cucu sebelum wafat.

“Salah satu hikmah Alvin menikah di usia 17 tahun. Abi sudah merasakan bagaimana rasanya punya cucu @yusufalvinramadhan,” tulis Alvin pada unggahan video, Sabtu, 26 Mei 2019. Unggahan video itu juga diulanginya di Instagram storiesnya.

Sebenarnya, unggahan video ini sudah pernah diunggah langsung oleh Arifin Ilham di akun Instagramnya @kh_m_arifin_ilham pada 23 September 2017. Dalam unggahan itu, Arifin Ilham membacakan sholawat Nabi sambil menimang cucunya dengan bangga.

Arifin Ilham pun melengkapi unggahannya dengan penjelasan, “Alhamdulillah Buya bersama cucunya yang sudah berumur hampir empat bulan. Cucu Buya, Muhammad Yusuf Ramadhon lahir dari campuran darah Banjar, Aceh, dan Cina. Cucu Buya pertama ini anak dari nanda Alvin dan Larissa Chou, semoga Allah jadikan kelak ulama pewaris para Nabi, ulama yang istiqomah yang terkenal di langit dan di bumi, aamiiin.”

Sebelumnya, Alvin mengatakan ustad Arifin Ilham meminta dia menikah secara mendadak dan mengumumkannya di hadapan banyak orang. “Alvin diminta menikah di usia 17 tahun. Itu momen yang enggak pernah Alvin lupakan. Abi mengumumkannya saat zikir akbar, “ ucap Alvin mengenang peristiwa tiga tahun lalu.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.