Ricky Harun Sebarkan Kebaikan Lewat Bisnis Kedai Kopi

Altov Johar Senin, 27 Mei 2019 10:00:58
Ricky Harun membuka kedai kopi. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ricky Harun menambah panjang daftar artis yang terjun ke dunia bisnis. Ia mencoba peruntungan dengan membuka kedai kopi. Sudah 3 bulan terakhir Ricky menjalani usahanya itu.

"Karena kita semua penikmat kopi juga Mas Adrian Maulana juga pengetahuan tentang kopinya banyak. Memang kopi kan bisa menjadi coffe shop tempat nongkrong untuk anak muda," kata Ricky Harun di Jakarta Covention Center, Jakarta Pusat.

Ricky Harun tidak khawatir dengan banyaknya kedai kopi yang ada. Menurutnya, apapun bisnis yang digeluti tentu akan ada pesaing. Lagipula ia yakin Allah sudah mengatur rezeki setiap hamba-Nya.

Ricky Harun membuka kedai kopi. (Seno/tabloidbintang.com)
Ricky Harun membuka kedai kopi. (Seno/tabloidbintang.com)

"Ya justru mau jualan apa juga ada saingannya masa kita cari jualan yang enggak ada saingannya, enggak mungkin, kalau saingan sudah ada segmen sendiri-sendiri. Rezeki masing-masing jadi ya namanya usaha usaha saja," ujarnya.

Bukan hanya berjualan, Ricky Harun juga berdakwah lewat bisnis ini. Hal itu tertera pasa tagline yang diusungnya, doa first than coffee. Ia mengajak para pelanggan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum menikmati kopi.

"Ya kalau kita punya tagline-nya 'doa first than coffee' jadi kita doa dulu nih sebelum minum kopi karena kebanyakan sekarang tuh yang diutamakan kopinya minum kopi hari indah padahal bukan itu," pungkas Ricky Harun.

Ricky Harun membuka kedai kopi. (Seno/tabloidbintang.com)
Ricky Harun membuka kedai kopi. (Seno/tabloidbintang.com)

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.