Dibully karena Beri Saran ke Sarwendah dan Ruben Onsu, Ini Pembelaan Iis Dahlia

Supriyanto Kamis, 20 Juni 2019 15:00:09
Iis Dahlia jadi sasaran bully setelah memberi saran kepada Sarwendah dan Ruben Onsu. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Iis Dahlia jadi sasaran bully setelah memberi saran kepada Sarwendah dan Ruben Onsu agar Thania, anak kedua mereka, diminumkan air putih guna menghentikan cegukan.

Kepada wartawan, Iis Dahlia merasa apa yang disarankan ke Ruben dan Sarwendah tidak salah. Penyanyi dangdut berkumis tipis itu pun mengatakan, sebagai ibu, dirinya tahu bagaimana mengatasi anak cegukan.

"Gue kan emak-emak, memang kan ada mungkin mitos itu dikasih apa, ditempelin di jidat kan bisa sembuh tapi itu bisa. Kalau aku sih anak kecil kecegukan dikasih air putih, langsung sembuh," ungkap Iis Dahlia usai mengisi acara di Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (19/6).

Iis Dahlia jadi sasaran bully setelah memberi saran kepada Sarwendah dan Ruben Onsu. (Seno/tabloidbintang.com)
Iis Dahlia jadi sasaran bully setelah memberi saran kepada Sarwendah dan Ruben Onsu. (Seno/tabloidbintang.com)

Tak hanya itu, Iis Dahlia juga menyanggah komentar netizen yang menyebut kalau bayi sudah 6 bulan baru bisa diberikan air putih. Menurut Iis air putih adalah sebagai penetralisasi gigi dan gusi usai menyusui.

"Siapa bilang, kalau habis nyusui itu harus minum air putih karena itu kata sikat gigi nya. Nah salah kan. Jadi kaya kita makan, makan harus kumur-kumur, nah bayi pun juga sama dia minum asi, setelah minum asi dia harus minum air putih buat ngebersihin," terang Iis Dahlia.

"Karena air asi itu kan bukan sesuatu yang apa. Kalo air minum kan bersih harus justru," pungkas Iis Dahlia.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.