Menetap di Turki, Siti KDI Fokus Urus Keluarga dan Bisni

Altov Johar Senin, 29 Juli 2019 07:00:24
Siti KDI fokus berbisnis dan urus keluarga. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Siti Rahmawati atau Siti KDI memutuskan mundur dari dunia hiburan, setelah menikah dengan pria asal Turki, Cem Junet Perk. Bahkan adik Cici Paramida itu memilih ikut suami dan menetap di negara tersebut.

Delapan tahu sudah Siti KDI menetap di Turki. Selama itu juga ia lebih memilih fokus mengurus keluarga dan bisnis, ketimbang kembali menekuni karier menyanyinya. Siti mengaku lebih suka menjalani dunia tarik suara di Indonesia.

"Kayaknya Siti lebih senang mengurus keluarga. Karena agak sulit, Siti ada bisnis, ada travel juga. Kalaj untuk tarik suara aku lebih cinta Indonesia," ujar Siti KDI di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Siti KDI fokus berbisnis dan urus keluarga. (Altov/tabloidbintang.com)
Siti KDI fokus berbisnis dan urus keluarga. (Altov/tabloidbintang.com)

Diakui Siti, sudah menjadi komitmennya untuk mengurus keluarga. Lain halnya keyoka pulang ke Indonesia, dimana dirinya dapat menjalani karirnya itu. Kebetulan Siti baru saja merilis single terbaru berjudul Cukup Hanya Dia.

"Siti fokus uris keluarga karena komitmen siti memang untuk kekuarga. Kalau di Indonesia suami enggak larang, sekarang pun bersyukur ada single lagu sehingga bisa mengobati rasa rindu fans Siti," ungkapnya.

Selama 1,5 bulan Siti akan menetap di Indonesia untuk urusan promosi produk kecantikan dan single terbarunya itu. Setelahnya ia mengaku akan kembali ke Turki. "Nanti balik lagi ke Turki," pungkas Siti KDI.

Siti KDI fokus berbisnis dan urus keluarga. (Altov/tabloidbintang.com)
Siti KDI fokus berbisnis dan urus keluarga. (Altov/tabloidbintang.com)

(tov/ari)


loading...
Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.