Berharap Hamil, Tyas Mirasih Sedih saat Datang Bulan

Supriyanto Rabu, 7 Agustus 2019 07:00:41
Tyas Mirasih berharap segera hamil. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak menikah dengan Raden Muhamad Soedjono atau Rayden pada pada 8 Juli 2017, Tyas Mirasih belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Kepada wartawan, Tyas Mirasih mengungkap rasa sedih tatkala ditanya soal hamil. Ia dan suami tak berhenti usaha untuk mendapat momongan.

Namun, seiring waktu berjalan kesedihan Tyas Mirasih perlahan sirna karena banyak mendapat masukan dari orang tua. Tyas dan suami pasrah jika usahanya belum membuahkan hasil.

Tyas Mirasih berharap segera hamil. (Seno/tabloidbintang.com)
Tyas Mirasih berharap segera hamil. (Seno/tabloidbintang.com)

"Jadi itu dia gue belajar dengerin omongan orangtua. Awalnya lumayan tuh kalau datang bulan kayak sedih, cuma udah setahun belakangan udah mulai ya udah diikhlasin aja," ungkap Tyas Mirasih di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Selasa (6/8).

"Awalnya nih ya jujur aja banyak orang yang ngomong jangan terlalu dipikirin (soal kehamilan) nanti jadi stres ngefek ke mana-mana," tambah Tyas Mirasih.

Rasa ikhlas dan legowo Tyas tak lepas dari oeran suami, Rayden Soedjono. Menurut Tyas Mirasih, suaminya sangat menerima dan tidak banyak menuntut.

Tyas Mirasih berharap segera hamil. (Seno/tabloidbintang.com)
Tyas Mirasih berharap segera hamil. (Seno/tabloidbintang.com)

"Dia (Rayden) kan emang orangnya menenangkan gue misalnya 'yah nggak jadi nih' pas gue datang bulan ya, dia pasti yang kayak ya sudah sabar ya entar kita coba lagi, kalau nggak mungkin dia juga tahu kali kalau guenya makin gimana dia makin stres jadi makin panjang kan," pungkas Tyas Mirasih.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.