Duo Semangka Mengaku Syok Dapat Teguran dari KPAI

Supriyanto Rabu, 21 Agustus 2019 23:15:40
Duo Semangka. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Duo Semangka mendapat teguran dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena video yang beredar di YouTube dinilai vulgar dan erotis. Dikhawatirkan bisa memberi contoh buruk dan berdampak pada pembentukan karakter anak, KPAI pun memanggil Duo Semangka untuk meminta klarifikasi.

Saat ditanya soal teguran dari KPAI, personel Duo Racun Clara Gopa dan Vhanya Kiara mengaku syok. Pasalnya mereka tidak menyadari kesalahan yang diperbuat

"Ya tahu. Syok banget pas tahu. Itu udah lama banget sih. Kita diam dulu sih minta nasihat sama yang kayaknya bisa membantu dan enaknya terkuak juga ya," ungkap Clara Gopa, usai mengisi acara di Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (21/8).

Duo Semangka. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Duo Semangka. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Clara Gopa mengatakan konten video di YouTube yang dipermasalahkan KPAI bukan disebar oleh pihaknya. Menurut Clara, video diunggah ke YouTube tanpa sepengetahuan mereka.

"Ya dari konten YouTube aja. Ketika kita live, banyak banget yang upload ke YouTube. Jadi satu hari live ada yang upload ke YouTube. Dua hari live ya ada upload lagi," ujar Clara Gopa.

Vhanya Kiara menambahkan, pengunggah video-video mereka tak pernah meminta izin kepada Duo Semangka.

"Mereka pun enggak akan izin sama kita. Kan buat menarik subscriber mereka juga," kata Vhanya Kiara.

Meski demikian, Duo Semangka akan mengikuti apa pun yang diminta oleh KPAI. Terkecuali jika harus mengubah nama mereka.

"Kita intinya apa yang di-mau kayak yang dibilang KPAI disuruh tertutup, ya kita ikuti aturan aja," pungkas Clara Gopa.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.