Setelah Pamit, Atta Halilintar Unggah Permintaan Maaf, Mengapa?

Christiya Dika Handayani | 30 Agustus 2019 | 12:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Atta Halilintar menghebohkan publlik dengan video perpisahannya. Lewat kanal YouTube-nya, sulung dari 11 bersaudara ini pamit berhenti sejenak dari aktivitasnya sebagai YouTubers untuk beristirahat dan berlibur demi menyegarkan pikirannya.

Usai video pamit tersebut, Atta Halilintar kembali menghebohkan usai mengunggah kalimat panjang berisi permintaan maaf di Instastory-nya. Atta mengaku sedang berada dalam kondisi tertekan selama beberapa bulan belakangan.

Ini terkait dengan banyaknya pemberitaan tak benar tentang dirinya. Atta Halilintar juga tak habis pikir dengan tudingan penipuan yang ditujukan padanya. Atta tampak begitu terpukul kejadian-kejadian tersebut menghantamnya dalam waktu yang hampir bersamaan. Berikut curahan hati Atta Halilintar.

"Sebelumnya aku minta maaf kalau ada salah silap yang disengaja maupun tidak disengaja. Aku bukan malaikat atau nabi yang tidak punya salah. Aku juga manusia yang 6 bulan terakhir penuh tekanan.

Apakah karena diam, berarti semua pemberitaan di luar sana benar?

Memberitakan saya sebagai YouTuber no 8 terkaya di dunia dengan penghasilan 700 juta per bulan? Really? Apakah itu benar? Apakah berita ini prestasi buat saya? Apakah ada yang bertanya langsung ke google YouTube soal ini? Apakah pernah lihat bukti-bukti transfer dengan jumlah seperti ini?

Banyak efek samping dari berita-berita ini. Yang tidak ada bukti faktor konkretnya. Semua hanya demi menaikkan followers dan menaikkan exposure dengan memberitakan soal orang yang tidak benar.

EFEK DARI BERITA UANG. Setelah berita ini dimana-mana muncul banyak orang mencari kesalahan saya yang saya tahu maupun saya tidak tahu. Menuduh saya, memfitnah saya dengan penipuan uang. Normalkah semua ini? Karena berita soal uang dan subscribers semua menyerang saya.

Apakah semua cerita mereka itu benar? Orang yang memaksa ketemu saja bisa jadi berita buruk buat saya dan akan bercerita lain ke permukaan. Adalagi berita soal saya memakai baju tradisional ubzk dibilang saya mengakui tradisional luar padahal dari NTT? Berita yang saya sendiri tidak mengetahui kebenarannya.

Ada juga yang menceritakan buruk tentang saya padahal ketemunya sudah dari zaman jahiliyah yang lalu. Hingga terakhir tuduhan saya menipu duit-duit endorsement. Untuk apa saya menipu? Apakah orang yang transfer ke perantara itu yang bahkan perantara itu saya juga tidak kenal. Dia hanya tahu rate card saya dan mengatasnamakan saya untuk dapat duit dari brand tapi tidak transfer ke saya.

Itu salah saya? (Hanya 2 rek yang benar) dan ini terjadi banyak tuduhan dan banyak dipertanyakan akun gosip. Walau saya bilang di beberapa kasus ok akan tetap saya posting walau uangnya enggak masuk. Biar saya saja yang tertipu tidak usah orang itu.

Tapi apa hal seperti ini harus sering terjadi? Dan saya terus mengalah?

Semua berita ini terjadi bersamaan. Belum sebelum ini tuduhan beli subscribers. Bermula dari konten lucu dan menjadi headline dimana-mana untuk menjatuhkan saya.

Sudah pasti mencacatkan nilai dedikasi saya, tenaga saya untuk 5 tahun terakhir umur channel saya. Bahkan berimpact pada orang-orang yang bekerja sama dengan saya. Apakah nama saya tidak tercoreng disini?

Dan semua memanfaatkan berita untuk memburukkan saya. Untuk nambah followers? untuk nama toko? atau untuk nama pribadi?"

Selama ini, Atta Halilintar memilih untuk diam, hingga akhirnya memutuskan mulai angkat bicara karena ia tak mau dianggap membenarkan semua pemberitaan tentang dirinya dengan sikap diamnya itu.

"Bukan berarti saya diam sepenuhnya orang lain benar. Saya itu orang yang sangat tidak tega apa-apa berurusan dengan hukum. Saya sangat mengutamakan keluarga. Orang yang mencuri saja saya maafkan. Walau dengan mudah dan bukti bisa diserahkan ke pihak yang berwajib. Tapi ada saatnya saya membela harga diri dan hak-hak saya sebagai manusia yang banyak dosa di hadapan yang kuasa. Sekali lagi maaf bila ada salah-salah kata dan perbuatan. Love u all -from human-," tandas Atta Halilintar.

(dika/ari)

Penulis : Christiya Dika Handayani
Editor: Christiya Dika Handayani
Berita Terkait