Dorce Gamalama Bagikan Baju Gratis Seharga Puluhan Juta, Ini Syaratnya

Supriyanto Jumat, 13 September 2019 20:00:42
Dorce Gamalama merasa pakaiannya terus bertambah. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dorce Gamalama akan membagi-bagikan baju koleksi yang pernah dipakai untuk show. Bukan baju sembarangan, Dorce memberikan secara gratis baju yang dibeli dengan harga mencapai puluhan juta.

Dorce akan memberikan sekitar 600 baju dari 1500 koleksinya kepada warga yang membutuhkan. 

"Dulu waktu jaya-jayanya saya, Hengki Kawilarang ada sekitar Rp 25 juta, paling murah itu Rp 10 juta," ungkap Dorce Gamalama usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

"Nah di Dorce Show itu satu minggu saya pakai baju itu antara 8 sampai 9 baju itu sekali pakai, karena saya tidak mau endorse," terang Dorce Gamalama.

Dorce menerangkan, baju yang akan diberikan secara gratis murni adalah miliknya yang sudah dibeli, bukan kepunyaan orang lain. Ia mengaku tidak pernah menjual baju pemberian orang.

"Saya tidak pakai baju orang yang dipinjamkan, saya enggak mau. Saya pakai baju sendiri, misalnya baju itu harganya Rp 2 juta, ya sudah gue bayarin Rp 1 juta," lanjut Dorce Gamalama.

Meski akan memberi secara cuma-cuma, Dorce meminta syarat kepada penerima baju gratis tersebut yaitu tidak boleh untuk dijual kembali.

Mengenai alasan membagikan baju-bajunya kepada masyarakat, Dorce Gamalama mengatakan dirinya ingin melakukan kebaikan di hari tuanya sebagai bekal di akhirat.

"Bukan berarti saya mati cepat, itu urusan Allah. Cuma minimal mengurangi apa yang kita miliki dan bisa membagikannya kepada orang lain," pungkas Dorce Gamalama.

(pri / gur)

Penulis Supriyanto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.