Demam Berdarah, Christine Hakim Beri Joko Anwar Air Zamzam, Hasilnya Mencengangkan

Abdul Rahman Syaukani Selasa, 17 September 2019 17:00:07
Christine Hakim (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Christine Hakim sudah puluhan tahun bermain film dan meraih banyak sekali pengharhaan lewat film-film yang dibintanginya. Meski begitu, Christine Hakim nyaris tidak pernah bermain film horor.

Namun berhubung sutradara Joko Anwar sukses meyakinkannya, Christine Hakim akhirnya mau bermain di film horor Perempuan Tanah Jahanam yang rencananya akan tayang di bioskop mulai 17 Oktober 2019 mendatang.

Christine Hakim mengaku sudah sering mendengar adanya kejadian mistis ketika menjalani film horor. Khawatir hal itu terjadi, Christine Hakim memutuskan untuk membawa air zamzam ke lokasi syuting.

"Saya sudah menyiapkan lahir dan batin atas segala kemungkinan yang terjadi. Apalagi saya dengar, kalau syuting film seperti ini, suka ada kru yang kesurupan. Saya bawa air zam zam ke lokasi,” kata Christine Hakim saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (16/9). 

Namun ternyata kejadian mistis tidak dialami dirinya dan kru selama berada di menjalani syuting Perempuan Tanah Jahanam. Namun tidak disangka, sutradara Joko Anwar malah jatuh sakit menderita demam berdarah.

Kondisi Joko pada waktu itu sangat lemah karena trombositnya rendah sekali, hanya sekitar 18 ribu. Christine Hakim lantas memaksa Joko Anwar meminum air zam zam yang dibawanya.

"Saya dengar trombositnya turun sekali. Saya jenguk Mas Joko, saya bawa air zam zam itu. Saya paksa Mas Joko untuk minum. Pagi harinya, waktu saya tanya ke asisten, trombosit Mas Joko pagi itu naik 120 ribu," tutur Christine Hakim.

(man / gur)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.