Ini Alasan Sandra Dewi Senang Belanja Online

Abdul Rahman Syaukani Kamis, 17 Oktober 2019 07:00:07
Sandra Dewi gemar berbelanja online. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sandra Dewi merasa terbantu dengan adanya platform jual-beli online. Sandra yang bulan lalu melahirkan buah hati keduanya, bisa membeli barang keperluannya tanpa harus keluar rumah.

"Sejak hamil saya kan nggak bisa ke mana-mana, sering melakukan belanja online. Apalagi pas melahirkan sebulan kemarin, jarang pergi karena masih menyesuaikan 40 hari di rumah. Jadi, belanja online memang sangat membantu," tutur Sandra Dewi, saat ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Memiliki dua anak otomatis membuat keperluan belanja bulanan Sandra Dewi juga meningkat. Dia pun bersama sang suami menambah alokasi dana belanja rutin bulanan.

Sandra Dewi gemar berbelanja online. (Seno/tabloidbintang.com)
Sandra Dewi gemar berbelanja online. (Seno/tabloidbintang.com)

"Banyak banget kebutuhan rumah tangga. Ada keperluan anak, keperluan aku sendiri, tapi paling banyak keperluan anak. Apalagi anakku perkembangannya cepat ya, sebulan saja kebutuhannya sudah beda dari bulan sebelumnya. Camilan anak, popok, sabun, losion, dan sampho dan lain-lain," beber Sandra Dewi.

Untungnya semua kebutuhan rumah tangga kini bisa didapatkan Sandra Dewi dengan dengan bantuan ponsel pintar. Dia pun bersyukur hidup di zaman yang serba canggih.

"Aku sangat diuntungkan hidup di era ini. Semua serba ada, serba cepat, dan mudah. Kebutuhan yang banyak dapat teratasi dengan adanya tempat belanja online,” ungkap Sandra Dewi.

Sandra Dewi gemar berbelanja online. (Seno/tabloidbintang.com)
Sandra Dewi gemar berbelanja online. (Seno/tabloidbintang.com)

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.