Prihatin, Ade Firman Hakim Ajak Masyarakat Cegah Virus Corona Bersama

Supriyanto Senin, 23 Maret 2020 07:00:53
Menurut Firman, masalah pandemi Corona harus dilawan bersama agar tidak semakin menelan banyak korban.

TABLOIDBINTANG.COM - Bertambahnya jumlah korban virus Corona di Indonesia membuat Ade Firman Hakim prihatin.

Pemain film Ratu Ilmu Hitam itu pun menyampaikan pesan untuk saling menguatkan bukan panik apalagi marah.

Menurut Firman, masalah pandemi Corona harus dilawan bersama agar tidak semakin menelan banyak korban.

"Sebelum pandemi ini semakin meluas, mari kita lakukan usaha bersama-bersama. Ingat harus sama-sama yah, bukan sendiri sendiri!"  ujar Ade Firman Hakim dalam video singkat kepada Komunitas Pewarta Hiburan, Minggu (22/3).

Aktor 31 tahun itu juga setuju dengan saran pemerintah untuk melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH), guna memutus penyebaran virus Corona.

"Cukup di rumah saja. Buat karyawan, yuk tetap ikuti ajakan pemerintah untuk work from home. Buat kalian para musisi, saatnya sekarang untuk menghasilkan karya kreatif,"  tutur Ade Firman Hakim.

Menurut Firman, semua pihak tetap bekarya meski harus bekerja di rumah. Ia juga berharap agar tidak harus menyerah dalam menghadapi cobaan semacam pandemi corona ini. 

"Jangan patah semangat. Setiap cobaan pasti akan ada jalan keluarnya. Jangan lupa untuk terus berdoa untuk kesembuhan penyakit corona ini," pungkas Ade Firman Hakim.

Ajakan Ade Firman ini merupakan bentuk kolaborasi positif yang digagas oleh Komunitas Pewarta Hiburan. Komunitas ini menginisiasi hadirnya gerakan menyebarkan semangat positif dan kebersamaan untuk menghadapi pandemi corona di Indonesia. 

Penulis Supriyanto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.