Tangis Raisa Pecah Mendengar Cerita Pilu Petugas Medis RSUD Tanah Abang

Indra Kurniawan Rabu, 22 April 2020 18:00:23
Raisa menangis dengar cerita tenaga medis yang hadapi Corona. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pandemi Corona membuat tenaga medis mendapat tugas ekstra hingga harus menginap di rumah sakit berminggu-minggu. Kalaupun pulang, mereka tidak bisa lanngsung bercengkerama dengan anggota keluarga di rumah.

Baru-baru ini penyanyi Raisa berkesempatan berbincang dengan perwakilan tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Abang.

Perwakilan tim medis itu bercerita tiap pulang kerja, dia disambut anaknya antusias. Akan tetapi dia harus mandi terlebih dahulu hingga bersih untuk bisa mengemong dan bermain dengan anaknya. Itu terjadi setiap hari.

"Anaknya masih kecil, masih menyusui, dan kalau pulang kerja anaknya yang rindu dengan antusias menyambut tapi enggak bisa langsung angkat dan main tapi harus mandi dan bersih-bersih dulu," cerita Raisa dilansir tabloidbintang.com dari Instagramnya, Rabu (22/4).

Mendengar ceritanya, tangis Raisa langsung pecah. Pelantun "Mantan Terindah" membayangkan, betapa besarnya pengorbanan dia meninggalkan anak hingga mempertaruhkan nyawa setiap hari.

"Kebayang ninggalin bayi untuk senang-senang nyanyi aja berat banget apalagi untuk mempertaruhkan nyawa setiap hari," kata Raisa.

Karena itu, Hari Kartini Selasa (21/4) kemarin, didedikasikan Raisa kepada wanita-wanita kuat Indonesia yang harus meninggalkan kebayanya di rumah demi berjuang di garda terdepan melawan virus Corona.

"Semangat terus ya para petugas medis. Doa kami selalu mengiringi kalian yang teristimewa," ucap ibu satu anak ini.

(kur)

 

Penulis Indra Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.