Ramadhan di Tengah Pandemi Corona, Chand Kelvin Banyak Ibadah di Rumah

RIK Kamis, 30 April 2020 07:00:47
Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Masa pandemi virus Corona di Indonesia saat ini sedikit banyak mengubah beberapa kebiasaan masyarakat dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah.

"Di tengah pandemi covid-19 paling kalau saya sih apa ya, lebih banyak di rumah emang. lebih banyakin ibadah di rumah aja lah" kata Chand Kelvin, melalui sambungan telepon, Rabu (29/4).

Menurutnya, Ramadhan tahun ini mau tak mau memang harus dijalani dengan suasana yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah. (Istimewa)
Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah. (Istimewa)

"Kalau misalkan kemaren-kemaren kita sempet harus melakukan ibadah di masjid selama bulan Ramadan, kayak salat wajib, salat tarawih. Jadi sekarang kita lebih perbanyak ibadah di rumah bareng sama keluarga," tambahnya.

Meski begitu, berdasarkan penuturan para ahli agama, menurutnya, di tengah kondisi yang seperti sekarang, memang lebih baik melakukan ibadah di rumah. 

"Saya juga banyak denger ceramah dari para ustaz-ustaz saya, keadaan seperti ini boleh kok semuanya dilakukan di rumah. Yang pastinya insya Allah selama di rumah kita tidak mengurangi yang namanya ke-khusyu-an beribadah selama bulan Ramadan," pungkas Chand Kelvin

Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah. (tabloidbintang.com)
Chand Kelvin mengakui jika saat ini lebih banyak melakukan ibadah di rumah. (tabloidbintang.com)

(rik)

Penulis RIK
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.