Ridho Illahi Dapat Narkoba dari Kru PH, Polisi Curiga Artis Lain Terlibat

Supriyanto Rabu, 1 Juli 2020 10:00:07
Ridho Illahi (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ridho Illahi ditangkap di kediamannya, kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (27/6), karena kasus penyalahgunaan narkoba. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, polisi berhasil menangkap AK, seorang kru rumah produksi, pemasok narkoba untuk Ridho Illahi.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar, menyebut pihaknya menangkap pemasok tersebut di Bandung, Jawa Barat.

"Jadi tadi malam sudah kami sampikan juga bahwa kami sudah mengamankan dari pihak yang menyuplai narkoba kepada saudara RI, yang bersangkutan merupakan salah seorang kru di satu production house," kata Ronaldo Siregar saat gelar perkara, Selasa (30/6).

Ridho Illahi (tabloidbintang.com)
Ridho Illahi (tabloidbintang.com)

Tidak sampai situ, dari keterangan AK, Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat langsung menangkap penyedia narkoba.

"Kemudian kemana tempat kru tersebut memesan juga sudah kami amankan, jadi kegitannya kemarin dilakukan di dua tempat, pertama saudara AK kami tangkap di Bandung. Kemudian kami tangkap lagi penyedia barangnya, kami tangkap di depok, kemarin melakukan penangkapan di daerah tersebut," tambah Ronaldo Siregar.

Rencananya, Polres Metro Jakarta Barat akan memanggil pihak rumah produksi terkait untuk mencari apakah ada artis lain yang terlibat narkoba.

"Kami akan memanggil pihak PH untuk mendalami. Karena kaitannya sebagai public figur ini bekerja sebagai artis kemudian suplai barang didapatkan dari seorang kru, jadi kami masih mendalami, untuk menemukan dan memahami bagaiman sebenernya peredaran narkoba terjadi," pungkas Ronaldo Siregar.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.