3 Alasan Ernest Prakasa Sebut Prostitusi Artis Tak Perlu Terus Dibahas

Ari Kurniawan Sabtu, 1 Agustus 2020 10:00:23
Ernest Prakasa ikut berkomentar soal heboh kasus prostitusi yang melibatkan artis. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ernest Prakasa ikut berkomentar soal heboh kasus prostitusi yang melibatkan artis. Komika yang juga aktif sebagai sutradara dan produser film itu menilai kasus prostitusi artis tidak seharus dibahas terlalu panjang. 

Ada tiga alasan yang disampaikan Ernest Prakasa lewat akun media sosialnya. Yang pertama, Ernest menilai kasus prostitusi hanya akan mempermalukan kaum hawa dan melindungi pria. 

Kedua, Ernest Prakasa menyebut, "Kasus tersebut tak berdampak pada harkat hidup rakyat banyak".

View this post on Instagram

Menurut gw sih.

A post shared by Ernest Prakasa (@ernestprakasa) on


 
Berukitnya, Ernest Prakasa khawatir pemberitaan kasus prostitusi justru mengalihkan perhatian masyarakat dari hal lain yang mungkin jauh lebih penting. 

Postingan Ernest Prakasa mendapat banyak komentar dari netizen. Banyak yang setuju dan mendukung pernyataan Ernest. 

"Bener banget, masa iya nenek gue harus tau berita prostitusi beginian," tulis netizen di kolom komentar. 

"Ada benernya ugaa.. Fokus aja sm yg lbh penting especially diri sendiri.. Ngurusin bgitu mah kaya berulang aja, tggal nunggu besok siapa lagi yg bakal ketangkep. Gitu aja terus Sampe hulk doyan makan nasi uduk pake orek tempe," sahut netizen lain.

Ernest Prakasa ikut berkomentar soal heboh kasus prostitusi yang melibatkan artis. (Seno/tabloidbintang.com)
Ernest Prakasa ikut berkomentar soal heboh kasus prostitusi yang melibatkan artis. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.