Cari Tambahan Penghasilan, Opie Kumis Ingin Buka Usaha Kuliner

Ari Kurniawan Minggu, 2 Agustus 2020 10:00:12
Pelawak Opie Kumis mengakui penghasilannya menurun cukup signifikan akibat pandemi Covid-19. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pelawak Opie Kumis mengakui penghasilannya menurun cukup signifikan akibat pandemi Covid-19. 

Ia pun mencari cara agar bisa memperoleh uang tambahan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Opie Kumis berpikir untuk memulis usaha di bidang kuliner. 

"Kebetulan kan ibu gue nih pintar benar bikin semur daging, semur telur, semur ketan tuh. Nah gue pengen belajar (jual) kemasan dengan nama gue sendiri dan gue promosiin," kata Opie Kumis, di Studio TransTV, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).

Pelawak Opie Kumis mengakui penghasilannya menurun cukup signifikan akibat pandemi Covid-19. (Seno/tabloidbintang.com)
Pelawak Opie Kumis mengakui penghasilannya menurun cukup signifikan akibat pandemi Covid-19. (Seno/tabloidbintang.com)

Rencana Opie Kumis untuk memulai usaha mendapat dukungan dari orang-orang sekitar. Termasuk dari dua rekannya sesama artis, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan. 

"Ruben sama Igun tuh paling demen sama semur itu. Tadi juga dia yang dorong buat buka usaha 'lu bikin aja'," cerita Opie Kumis. "Ntar ngobrol dulu sama nyokap gue barangkali dia mau," imbuhnya. 

Akibat pandemi, jadwal syuting Opie Kumis berkurang cukup banyak. Salah satu programnya yang biasa tayang setiap hari bahkan tinggal menyisakan satu hari setiap minggunya. 

"Di PH ngelawak udah nggak ada penonton, jadi kalau nggak ada penonton rantingnya kurang cakep. Akhirnya dikurang-kurangin yang biasanya hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis jadi cuma Senin doang," jelas Opie Kumis. 

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.