Ditegur Mendagri karena Rambut Pirang, Ini Penjelasan Pasha Ungu

Ari Kurniawan Jumat, 7 Agustus 2020 15:30:57
Pasha Ungu mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian karena mengecat rambutnya dengan warna pirang. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Saat masih jadi anak band, Pasha Ungu bisa leluasa bereksperiman dalam penampilan. Tapi tidak saat ini, saat ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Pria bernama asli Sigit Purnomo Said itu mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian karena mengecat rambutnya dengan warna pirang. Pasha pun langsung merespons teguran tersebut dengan mencukur habis rambutnya.

"Menurut saya harus saya apresiasi, dan tentunya kami tidak ada lagi argumentasi kecuali patuh dan juga taat terhadap apa yang sudah beliau sampaikan," kata Pasha Ungu, saat dijumpai di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Pasha Ungu mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian karena mengecat rambutnya dengan warna pirang. (Seno/tabloidbintang.com)
Pasha Ungu mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian karena mengecat rambutnya dengan warna pirang. (Seno/tabloidbintang.com)

Dijelaskan Pasha, dirinya mengecat rambutnya untuk keperluan syuting sebuah projek di Palu. 

"Itu dalam rangka mengangkat atau membuka pintu bagi musisi daerah Palu, paling tidak perwakilan agar bisa berkiprah di nasional, saya kira itu," ungkapnya. 

Pasha mengaku sudah berkomunikasi dengan Tito Karnavian. Pada kesempatan itu Tito mengingatkan Pasha untuk merapikan penampilannya. 

"Setelah beliau mengeluarkan statement, kami berkomunikasi. Beliau mengarahkan saya ‘Pasha selesaikan rencana-rencana syuting itu, sudah selesai kembalikan lagi rambutnya yang seharusnya’," pungkas Pasha Ungu.

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.