Mantap Cerai, Nita Thalia Belum Membahas soal Harta Gana-Gini dan Hak Asuh Anak

Supriyanto Rabu, 28 Oktober 2020 18:00:23
Nita Thalia menggugat cerai suaminya, Nurdin ke Pengadilan Agama Jakarta Utara setelah 20 tahun dipologami dan dikaruniai anak. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nita Thalia menggugat cerai suaminya, Nurdin ke Pengadilan Agama Jakarta Utara setelah 20 tahun dipoligami dan dikaruniai anak. Proses sidang cerai sedang berlangsung, sampai sekarang Nita masih tetap pada pendiriannya.

"Sementara Teh Nita tuh bersikeras mau cerai. Untuk saat ini belum mau damai," ujar Feriyawansyah kuasa hukum Nita Thalia di PA Jakarta Utara, Selasa (27/10).

Dikatakan Feriyawansyah, pihak tergugat berusaha untuk mempertahankan hubungan pernikahan. Namun setelah mediasi gagal, sidang pun lanjut ke pokok materi gugatan cerai.

"Cuma ya gini ya. Ini kan mereka mau cerai. Apa lagi yang mau dipertahankan. Kalau sudah tidak cocok dan sering cekcok ya cerai saja, simpel," ungkap Feriyawansyah.

Nita Thalia (Seno/tabloidbintang.com)
Nita Thalia (Seno/tabloidbintang.com)

Lantas, apakah dalam gugatan cerai yang diajukan Nita membahas soal harta gana-gini dan hak asuh anak?

"Kalau gana-gini kita belum sampai ke situ. Kita baru proses masalah perceraian saja. Termasuk masalah hak asuh anak itu belum kita bahas," kata Feriyawansyah.

"Intinya kami akan fokus dulu sidang cerai ini sampai tuntas dan tidak bias prosesnya juga kami memikirkan proses lainnya, karena Teh Nita mau bercerai," pungkas Feriyawansyah.

Nita Thalia dinikahi Nurdin Rudythia pada 27 Agustus 2000 sebagai istri kedua. Nurdin Rudythia adalah produser sekaligus manajer Nita Thalia.

Dua puluh tahun menikah, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Sandrina Salsabila.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.