Jualan Durian Sepi Pembeli, Ucok Baba Tak Mampu Menggaji Karyawan

Ari Kurniawan Kamis, 12 November 2020 07:00:56
Satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Di luar aktivitasnya sebagai artis, satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. Bisnis tersebut awalnya dirasa sangat menguntungkan, hingga Ucok bisa mempekerjakan banyak orang. 

Tapi kondisi berubah drastis sejak pandemi Covid-19. Diakui Ucok Baba, omzetnya terjun bebas, hingga kesulitan menutup biaya operasional. 

"Sekarang saya lebih repot, karena harus harus kurangin karyawan. Sudah tidak bisa menggaji karyawa, jadi saya pontag-panting ngurus ini itu," cerita Ucok Baba, saat dijumpai di Studio TransTV, Jakarta Selatan, Rabu (11/11). 

Satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. (Ari/tabloidbintang.com)
Satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. (Ari/tabloidbintang.com)

Ucok Baba enggan menyebut berapa banyak kerugian yang ia alami selama pandemi. Yang pasti, kata Ucok, apa yang terjadi cukup membuatnya pusing.

"Kalau saya bilang pada nangis. Pokoknya dari (keuntungan) 10 persen, sekarang jadi 1,5," sebutnya. 

Menurut Ucok Baba, saat ini masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok ketimbang makan durian. Hal itulah yang membuat usahanya sepi pembeli. 

"Sekarang tidak ada orang yang mikirin durian. Orang mikirin bisa makan nggak besok. Duren kan buat ngenakin mulut aja," pungkas Ucok Baba.

Satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. (Ari/tabloidbintang.com)
Satu setengah tahun belakangan Ucok Baba menekuni usaha penjualan durian. (Ari/tabloidbintang.com)
 

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.