Tentang Kekhilafan Ayus Sabyan: Kalau Terus-Terusan Bukan Khilaf, Tapi Doyan

Vallesca Souisa Kamis, 25 Pebruari 2021 08:00:23
Video permohonan maaf Ayus Sabyan kini jadi pergunjingan hingga kalangan seleb. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Video permohonan maaf Ayus Sabyan kini jadi pergunjingan hingga kalangan seleb. Tampaknya isu perselingkuhan ini masih menjadi makanan masyarakat hingga berhari-hari ke depan. Dalam video 30 detik yang disebar pada Minggu (21/2) itu Ayus minta maaf dan mengaku khilaf.

Bukannya mereda, seolah pernyataan ini jadi bulan-bulanan. Publik bingung aja, bagaimana kekhilafan bisa berlangsung lebih dari sekali. Para seleb pun bersuara soal ini. Diantaranya komedian Uus. “Khilaf 2 tahun. Keren juga si Abang bisa dua kali ngelewatin Idul Adha, Idul Fitri, Taun Baru, Nyepi, Waisak, Natal, 17 Agustus, ulang tahun temen, ulang tahun sodara, ulang tahun istri, ulang tahun anak, dalam keadaan khilaf,” cuit Uus di akun Twitternya.

(Twitter)
(Twitter)

Enggak hanya Uus, Fiersa Besari hingga Mbah Mijan mengeluarkan komentarnya juga di Twitter yang bahkan bikin orang bisa tertawa membacanya. “Kalau terus-terusan itu bukan khilaf, tapi doyan,” tulis Fiersa Besari. Menurut Mbah Mijan pun, yang namanya khilaf hanya sekali. “Kalau bertahu-tahun namanya ngeragas (baca: rakus).”

Permohonan maaf Ayus yang berisi alasannya khilaf seperti senjata makan tuan. "Saya Ayus Sabyan dengan penuh kesadaran meminta maaf, atas kekhilafan saya, terutama kepada istri saya, keluarga saya, teman-teman saya, dan semua yang merasa tidak nyaman atas pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini," ungkap Ayus melalui video, pada hari Minggu lalu.

 


loading...
Penulis Vallesca Souisa
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.