Charly Van Houten Tegaskan Nama Lahirnya Mohamad Charli Panhoten, Bukan Muhammad Casmali Parli!

Indra Kurniawan Kamis, 25 Pebruari 2021 19:00:23
Charly Van Houten ungkap nama aslinya. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nama lahir vokalis grup musik Setiaku Charly Van Houten diubah menjadi Muhammad Casmali Parli oleh seseorang melalui laman Wikipedia.

Memang sudah terjadi sejak lama. Hanya saja, Charly baru merasakan dampaknya belakangan ini. Tak ingin dibiarkan berlarut-larut, suami dari Regina membuat klarifikasi.

"Saya cuma beritikad meluruskan dan memberi klarifikasi, bukan untuk menghukum orang. Soal nama lahir saya yang sudah cukup lama dikelirukan nama aslinya," jelas eks vokalis ST12 melalui video yang diunggah melalui IGTV Instagramnya.

"Nama saya adalah Mohamad Charli Panhoten, lalu enggak tahu tiba-tiba jadi berubah dari nama aslinya oleh beberapa situs media dan lainnya, jadi nama Casmali Parli," sambungnya.

Charly Van Houten (Dok tabloidbintang.com)
Charly Van Houten (Dok tabloidbintang.com)

Charly Van Houten berani bersumpah demi Tuhan, orang tua, dan keluarga bahwa nama lahir asli pemberian orang tuanya adalah Mohamad Charli Panhoten. Tiada yang lain.

"Itu nama yang sungguh-sungguh diberikan oleh kedua orang tua saya semenjak lahir," tegas anak pasangan Soegendri dan Toethe Hartika.

Charly memastikan tidak akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. Klarifikasi yang ia lakukan hanya untuk mengingatkan agar tidak lagi terjadi kesalahan memasukkan data di kemudian hari.

"Di sini aku bukannya ingin menuntut atau membuat ini menjadi persoalan hukum. Tapi ingin meluruskan kenyataan sebenarnya supaya data dan anggapan orang tidak keliru dan salah," terang musisi 41 tahun.

(ind)


Penulis Indra Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.