Farhat Abbas Kritik Kehadiran Jokowi di Pernikahan Atta Halilintar - Aurel Hermansyah

Ari Kurniawan Senin, 5 April 2021 10:30:04
Farhat Abbas kritik kehadiran Jokowi dan Prabowo di pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hadir sebagai saksi pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, yang digelar di Jakarta, Sabtu (3/4). 

Kehadiran dua tokoh negara tersebut menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Salah satu kritik datang dari pengacara Farhat Abbas. Mantan suami penyanyi Nia Daniati itu menyebut kehadiran Jokowi dan Prabowo di acara yang disiarkan langsung di televisi swasta nasional itu mengganggu konstitusi. 

"Suasana pernikahan terasa HUT RI, saran buat Presiden @jokowi @bamsoetpedia @prabowo dalam perayaan acara yang sifatnya berbau bisnis alias berbayar/beriklan/live, sebaiknya pejabat negara tidak hadir sebagai pendukung acara tersebut, karena agak mengganggu konstitusional dan kenegarawanan lain halnya kalo hanya acara biasa atau rakyat biasa," tulis Farhat Abbas, di unggahan Instagram pribadinya, Minggu (4/4). 

Postingan Farhat Abbas disambut beragam komentar dari netizen. Tidak sedikit yang menyebut Farhat pansos. 

"Sudah dijelaskan om beliau semua dtg bukan membawa embel2 Presiden, Menteri maupun Wakil Rakyat. Tapi sbg pribadi biasa. Kl mau pansos saya ikutan dong om jangan sendirian ya," tulis pemilik akun @nabilebil.

"Sepertinya atta aurel lupa memasukan anda ke list tamu undangan pak," sindir akun @ahha.emakindonesia.

"Sblmnya p Jokowi udah srg menghadiri acara rakyat biasa/ artis , beriklan maupun tidak. Jd ga usah dipermslhkan," kata @kania071162.

(ari)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.