Desiree Tarigan Bantah Menerima Uang Rp 10 M dari Hotma Sitompul

Supriyanto Senin, 3 Mei 2021 21:00:23
Desire Tarigan dan anaknya, Prianka menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Desire Tarigan dan anaknya, Prianka menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/5) siang. Ibunda Bams eks Samsons itu diperiksa sebagai saksi terkait laporan Muliana Tarigan soal kasus penyerobotan tanah.

"Hari ini kita untuk panggilan dari Polres untuk laporan dari Nyonya Muliana Tarigan atau Ribu. Hari ini ada ibu Desiree sama Prianka," ujar  Randy Ozora kuasa hukum Muliana Tarigan Siregar di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Pada kesempatan itu, Desiree Tarigan juga mengklarifikasi soal tuduhan pencurian. Desiree menyebut dirinya dituding mencuri peralatan dapur kemudian sekarang ini dituduh mencuri berangkas.

Hotma Sitompul (Ari/tabloidbintang.com)
Hotma Sitompul (Ari/tabloidbintang.com)

"Mencuri barang-barang alat-alat dapur. Sekarang dibilang mencuri brankas," ujar Desiree Tarigan.

Desiree Tarigan menegaskan. dirinya sudah memiliki brangkas sendiri. Berbeda dengan punya Hotma Sitompu.

"Saya punya brankas sendiri, bapak punya brankas sendiri. Bapak sendiri, saya sendiri," ungkapnya.

Ia juga membantah adanya tudingan kalau dirinya diberikan uang sejumlah Rp 10 Miliar oleh Hotma. Sebelumnya ucapan itu disebut oleh pengacara Hotma, Muara Karta.

"Enggak pernah, enggak pernah. Enggak pernah. Jangankan 10 M, surat berharga 10 juta saja enggak ada," kata Desiree.

"Ya mungkin enggak mau kasih saya gana-gini. Untuk itu gana-gini semuanya diitung semuanya, rumah tangga, dapur, segala macam, itulah gana-gini," pungkas Desiree Tarigan.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.