Tolak Cabut Laporan, Adly Fairuz Bersikukuh Seret Ibu Mertuanya ke Meja Hijau

Ari Kurniawan Selasa, 4 Mei 2021 08:00:41
Adly Fairuz menolak mencabut laporannya terhadap sang ibu mertua. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Polemik antara Adly Fairuz dan ibu mertuanya, Yulia Irawati, masih terus berlanjut. Meski telah dimediasi, Adly bersikukuh melanjutkan laporan polisinya terhadap Yulia. 

Seperti diketahui, pada Adly Fairuz melaporkan Yulia Irawati ke pihak berwajib pada Desember 2019. Penyebabnya, Adly tidak terima disebut kerap memukuli sang istri, Angbeen Rishi.

"Awalnya sudah sempat mediasi karena ini mertuanya. Penyidik mengharapkan mediasi. Sudah dilakukan mediasi dengan harapan baik, tapi tidak ada titik temu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/5).

Adly Fairuz menolak mencabut laporannya terhadap sang ibu mertua. (Instagram)
Adly Fairuz menolak mencabut laporannya terhadap sang ibu mertua. (Instagram)

Dijelaskan Yusri, penyidik sudah mengusahakan agar terjadi perdamaian antara kedua pihak. Tapi, Adly Fairuz tetap tak mau mencabut laporannya. 

"MAF (Adly Fairuz) ngotot mau dilanjutkan kasusnya. Kemudian kasus naik sidik. Keluar surat edaran tentang pencemaran nama baik. Kita mediasi lagi kedua, kita harapkan pelapor dapat menyelesaikan permasalahan. Tetap si pelapor tidak mau," tutur Yusri.

Sebagai tindak lanjut, polisi akan segera melaksanakan gelar perkara untuk perkara ini. Meski begitu, Yusri Yunus masih tetap berharap ada kesepakatan antara Adly Fairuz dan ibu mertuanya. 

"Kami akan gelar perkara nanti, agar bisa ambil jalan tengahnya. Harapan kami MAF bisa memaafkan," tutup Yusri.

Ibunda Angbeen Rishi. (tabloidbintang.com)
Ibunda Angbeen Rishi. (tabloidbintang.com)

(ari)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.