Deddy Corbuzier Sebut Aldi Taher Pecundang

Supriyanto Minggu, 16 Mei 2021 20:00:23
Deddy Corbuzier tampak kesal kepada Aldi Taher  yang belakangan makin banyak ulah dan dinilai tidak memberi manfaat. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Deddy Corbuzier tampak kesal kepada Aldi Taher  yang belakangan makin banyak ulah dan dinilai tidak memberi manfaat. Deddy pun mengaku menyesal dan merasa bodoh telah memberikan panggung dengan mengundang mantan suami Dewi Perssik itu ke podcast di channel YouTube miliknya.

Lewat video terbaru di Youtube miliknya, Deddy Corbuzier menyatakan bahwa membiarkan Aldi Taher bicara di podcast miliknya adalah dosa terbesarnya sejak menjadi mualaf.

Deddy pun berani mengungkap jika Aldi Taher adalah seorang pecundang.

"Tipe-tipe pecundang adalah tipe-tipe orang yang menginjak orang-orang yang bisa dia injak dan tidak akan lawan balik. Itu dia kenapa Aldi Taher langsung skakmat pada Dinar Candy," ujar Deddy Corbuzier, Sabtu (15/5).

Aldi Taher (Dok tabloidbintang.com)
Aldi Taher (Dok tabloidbintang.com)

Dalam video tersebut, Deddy juga mengkritik Aldi Taher yang dianggap selalu membenturkan sesuatu dengan agama. Seperti yang terjadi saat Aldi Taher berdebat dengan Rigen yang sangat disayangkan oleh Deddy.

Mantan suami Kalina Oktarani itu kemudian meminta maaf karena memberikan tempat untuk Aldi Taher beberapa waktu lalu.

"Saya sangat menyayangkan munculnya orang-orang seperti Aldi Taher yang menyerang pada orang-orang yang bisa dia serang pastinya," kata Deddy.

"Saya harus minta maaf buat kalian semua penonton saya karena saya pernah mengundang dia ke sini. Mohon maaf lahir batin. Selamat Hari Raya Lebaran," pungkas Aldi Taher.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.