Profesinya Sebagai Seniman Jadi Alasan Anji Aktif Menghisap Ganja

RIK Rabu, 16 Juni 2021 19:30:23
Dari hasil interogasi, Anji menyebut mulai mengonsumsi ganja sejak September 2020.

TABLOIDBINTANG.COM - Pihak kepolisian dari Satnarkoba Polres Jakbar sudah menuntaskan pemeriksaan awal terkait kasus narkoba yang melibatkan musisi Anji. Dari hasil interogasi, Anji menyebut mulai mengonsumsi ganja sejak September 2020.

Hal itu diungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo dalam keterangan persnya pada Rabu (16/6).

"Menurut pengakuan sejak September 2020 ybs menggunakan ganja ini, Tidak terlalu rutin, dari pengakuannya baru beberapa kali, tidak setiap hari," ungkapnya.

Soal alasan aktif menghisap ganja, Anji menyebut agar bisa merasakan rileks dan produktif dalam berkarya terkait statusnya sebagai seniman.

Anji (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Anji (Supriyanto/tabloidbintang.com)


"Menurut ybs, dia gunakan untuk bisa rileks, produktif mungkin dari hal-hal ybs cari sebagai seorang seniman," tuturnya kemudian.

Setelah proses pemeriksaan selesai, polisi akan meneruskan proses hukum sang musisi, salah satunya dengan membawa Anji ke Badan Narkotika Nasional Provinsi untuk dilakukan assesment.

"Proses hukum tetap kita jalani, dua hari yang lalu keluarga mengajukan assesment, sudah kita layangkan permohonan tersebut. Kemungkinan besok akan dibawa ke BNNP untuk dilakukan assesment," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, Anji diciduk saat sedang berada di studionya, kawasan Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat (11/6). Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapat petunjuk lain tentang sebuah lokasi di Bandung tempat Anji biasa mengonsumsi barang haram tersebut.

Dari dua lokasi itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti ganja, biji ganja, batang ganja, serta buku tentang edukasi pohon ganja. 


Penulis RIK
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.