Gelar Upacara Nujuh Bulan, Reisa Kartikasari Gunakan Air Siraman dari Gunung Fuji

Ari Kurniawan | 18 Januari 2015 | 18:14 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Reisa Kartikasari, Runner-Up I Puteri Indonesia 2010, sedang berbadan dua. Usia kandungan model cantik yang kini berprofesi sebagai dokter itu sudah menginjak bulan ketujuh.

Sabtu (17/1), di kediamannya yang terletak di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, istri pangeran Solo, Kanjeng Pangeran Tejodiningrat Brotoasmoro itu menggelar prosesi nujuh bulanan atau yang dalam bahasa Jawa disebut Mitoni alias tingkeban.

Seluruh rangkaian acara menggunakan prosesi adat Jawa. Dalam proses siraman, Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2010 itu menggunakan air yang diammbil dari tujuh lokasi berbeda. Antara lain dari mata air Masjid Demak, Kraton Surakarta, Istana Merdeka, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Bromo, dan Gunung Fuji.

Untuk air dari Gunugn Fuji, presenter program "Dr.OZ" TransTV itu sudah memersiapkannya sejak lebih dari setahun lalu.

"Waktu honey moon di Jepang, aku sudah ambil air dari Gunung Fuji, dan aku simpan untuk acara ini," cerita wanita kelahiran Malang, Jawa Timur, 28 Desember 1985 itu.

Semua air disatukan dalam sebuah wadah dan ditaburi beberapa macam bunga. "Mitosnya kalau mandi menggunakan air itu bisa kuat dan awet muda. Tapi intinya sih doa, biar kami diberikan kesehatan serta keselamatan," imbuhnya.

Selesai prosesi siraman, Reisa langsung mengikuti beberapa tahap lainnya, seperti pemotongan tumpeng, jualan cendol (dodol dawet), serta pemotongan kelapa.

"Saya sangat exited. Sebelumnya saya hanya bisa melihat kakak-kakak saya, sekarang saya menjalani sendiri. Ini sekaligus melestarikan budaya leluhur," tutur Reisa sumringah.

(ari/gur)

Penulis : Ari Kurniawan
Editor: Ari Kurniawan
Berita Terkait