Cerita Erwin Parengkuan Ketika Si Sulung Giulio Parengkuan Tidak Pulang Ke Rumah

Wayan Diananto Sabtu, 22 Oktober 2016 12:30:57
Erwin Parengkuan (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Menjelang malam, Erwin Parengkuan datang lagi ke lokasi syuting. Tapi, Giulio Ken Parengkuan tidak tahu kala ayahnya berada di situ. Ia melihat Giulio beraksi di depan kamera. 

“Saya membiarkan Guilio kena tempaan dari kanan-kiri. Saya ingin ia mempelajari banyak hal,” imbuhnya.

Syuting film berlangsung selama 30 hari. Giulio membolos sekolah tiga minggu. Erwinlah yang memohon izin kepada pihak sekolah. Uniknya, setelah syuting Guilio tidak mau pulang ke rumah.

“Saya merasa kalau pulang ke rumah akan kembali menjadi Guilio. Bukan lagi Ical. Saya memutuskan untuk mempertahankan Ical berada dalam dirinya,” ujar Giulio.

Giulio Ken Parengkuan (Ryan/tabloidbintang)
Giulio Ken Parengkuan (Ryan/tabloidbintang)

Di sinilah Erwin merasakan konsekuensi. “Saya hargai keputusan itu meski jujur, seminggu pertama anak tidak pulang itu benar-benar bikin hati tidak nyaman,” aku Erwin. Namun dalam hati kecil, ia bangga. Giulio benar-benar mempertanggungjawabkan pilihan dan membuat pengorbanan.

Selain bertanggung jawab terhadap pilihan, Erwin-Jana menetapkan satu syarat lagi untuk anak-anak mereka yang akan terjun ke dunia showbiz: lulus Strata 1. Harus. Syarat ini dibuat bukan tanpa alasan. Erwin dan Jana punya dua pemikiran.

Pertama, jika hanya tamat SMA apa yang mau diandalkan? Ijazah SMA saja tidak cukup untuk dijadikan modal berkompetisi dengan tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia di tengah era globalisasi. 

dok. Instagram
dok. Instagram

Kedua, kemampuan intelegensi, wawasan, dan struktur berpikir juga akan terbatas. Mereka akan minder jika dibandingkan dengan calon tenaga kerja lain.

“Saya katakan kepada Guilio, boleh menjadi aktor namun, nomor satu tetap sekolah. Semua anak saya syaratnya begitu,” pungkasnya.

 

(wyn/gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.