Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas

Wayan Diananto Minggu, 9 April 2017 22:00:36
Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Melepaskan diri dari jerat narkoba bukan perkara mudah. Roger Danuarta mengingat, kendala terbesar untuk bangkit yakni minimnya informasi soal bagaimana cara pulih. 

Selain itu, sugesti. Terkadang, pikiran mengajak Roger untuk membayangkan nikmatnya bercinta dengan sabu. Memori mendadak terisi kenangan manis mengisap ganja. Dan seterusnya. Rehabilitasi merupakan kunci.

“Inti rehabilitasi adalah mengembalikan kemampuan emosional, memecahkan masalah, bersosialisasi, hingga kemampuan fisik. Saya misalnya, menjalankan program Terapi Komunitas,” aku Roger.

Dalam komunitas itu, ia berinteraksi dengan sesama mantan pencandu. Saat berinteraksi, ia serasa berkaca.

Saat berkaca itulah, hatinya membisik, “Kalau orang lain saja bisa bangkit, berarti saya juga bisa.” Selama menjalani terapi, aktor kelahiran 20 Mei itu merefleksi diri. 

Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas (Ryan/tabloidbintang.com)
Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas (Ryan/tabloidbintang.com)

Ia menyadari satu asas penting bahwa sebelum seseorang berkenalan dengan barang laknat, ia melewati tahap-tahap yang melenakan. Itu dimulai dengan mengucilkan diri dari orang lain dan enggan bersosialisasi. Karena menyendiri emosi mudah terombang-ambing. 

“Saat emosi tersulut, tidak ada yang membantu untuk mengendalikan. Kalau senang, terlalu meluap. Merasa berhasil, bahagia, lalu asal-asalan merayakan. Nalar tidak 100 persen dipakai. Pun saat gagal orang yang menyendiri ini kesepian, ditindas depresi, susah berpikir jernih, dan akhirnya gampang terpengaruh hasutan negatif. Salah mengambil keputusan,” Roger menganalisa.

Sebenarnya, pemulihan fisik itu relatif mudah. Zat-zat berbahaya keluar dengan sendirinya dari tubuh melalui urine, keringat, dan medium lain. Proses pengeluarannya tidak sampai satu bulan. Namun, bukan hanya fisik yang terpengaruh zat-zat adiktif. Hormon dan emosi juga terpengaruh. 

“Saat hormon berubah, maka pola pikir kita pun ikut berubah. Karena sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berubah, kita butuh lebih banyak waktu untuk kembali ke pola pikir yang normal sembari menstabilkan emosi,” Roger mengingatkan.

Ia berharap, mantan pengguna narkoba yang telah pulih mendapat kesempatan kedua dalam memulai hidup baru maupun membangun karier. Roger misalnya, mendapat kesempatan kedua itu lewat sinetron berating tinggi 7 Manusia Harimau. 

Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas (Ryan/tabloidbintang.com)
Roger Danuarta Bangkit Dari Ketergantungan Narkoba Lewat Terapi Komunitas (Ryan/tabloidbintang.com)

“Dan bulan ini, sinetron lawas saya, Preman Kampus kembali mengudara di stasiun RTV. Saya bersyukur ada yang menayangkan sinetron lawas saya. Semoga penonton suka. Sekarang, saya merasa lebih baik dan lebih sehat,” pungkasnya.

 

(wyn/gur)

 


Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore