Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office

Yohanes Adi Pamungkas Kamis, 11 Mei 2017 09:00:00
Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office (dok. Pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Sukses Awi tahun ini dimulai dari sebuah kisah pilu. Sebelas tahun lalu, ia mengetuk pintu industri film lewat film Gue Kapok Jatuh Cinta. Film itu diproduksi Awi bersama tiga sahabatnya, yakni Oka Antara, Dude Harlino, dan Teuku Wisnu.

“Biaya yang kami gelontorkan untuk proyek itu tidak main-main, 3 miliar rupiah. Ternyata yang menonton hanya 70 ribu orang. Kami rugi. Uang yang kembali hanya 750 juta. Itu artinya, masing-masing dari kami rugi setengah miliar lebih,” keluhnya.

Sejak itu, jalan karier Awi sebagai sutradara makin sulit. Maklum, setiap produser jika mau mempekerjakan seorang sutradara pasti mengecek rekam jejaknya pernah bikin film apa saja. Lalu, bagaimana performa karya sutradara itu di pasar. Gue Kapok Jatuh Cinta bukan awal yang bagus bagi Awi. Sebenarnya, dua tahun kemudian ia memperoleh momen bagus.

Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office (dok. Pribadi)
Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office (dok. Pribadi)

Ia dipercaya produser Delon Tio dari rumah produksi Nation Pictures untuk memproduksi film. Awi menawarkan skenario berjudul Claudia/Jasmine dan diterima. Awi kemudian merekrut sejumlah pemain kondang seperti Kirana Larasati, Andhika Pratama, Kinaryosih, Nino Fernandez, dan aktris senior Ira Maya Sopha. Hasilnya, film itu dihujani kritik positif.

Puncaknya, Claudia/Jasmine diganjar empat nominasi di Festival Film Indonesia kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Ira Maya Sopha), Sinematografi Terbaik (Yoga Kispratama), Skenario Terbaik (Awi Suryadi), dan Film Terbaik. Pada malam puncak FFI 2008, Claudia/Jasmine membawa pulang Piala Citra untuk Sinematografi Terbaik.

Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office
Kisah Awal Karir Awi Suryadi yang Suram, Kebangkitan Karier, dan Raihan Box Office

“Sayangnya, film itu gagal mencetak box office. Selama 10 tahun belum ada film saya yang menjadi hit. Di tahun kesebelas, saya memperoleh kesempatan itu. Danur merajai box office dan mendapat kritik positif. Sekuel kedua akan menampilkan dua hantu cilik yang belum eksis di jilid pertama yakni Hans dan Hendrick. Sekuelnya nanti harus bigger dan better,” pungkas Awi.

 

(wyn/gur)

 

Penulis Yohanes Adi Pamungkas
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.