Tina Toon Kejar Gelar Sarjana Hukum dan Doktor

Indra Kurniawan Selasa, 16 Mei 2017 11:20:36
Tina Toon mengejar gelar Sarjana Hukum dan Doktor (indra kurniawan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah resmi menyandang gelar Magister Hukum Universitas Tarumanegara Jakarta, Tian Toon berencana melanjutkan kuliah S1 bidang hukum. Gelar Sarjana Hukum dibutuhkan Tina sebagai salah satu syarat untuk menjadi advokat.

Tina Toon tidak pernah lelah untuk terus belajar. (tabloidbintang.com)
Tina Toon tidak pernah lelah untuk terus belajar. (tabloidbintang.com)

“Saya penginnya ambil program Doktor, tapi sebelumnya saya harus ambil gelar sarjana hukum sebagai syarat advokat. Mudah-mudahan saya bisa mengejar dalam waktu dekat,” ungkap Tina Toon ditemui tabloidbintang.com di kawasan Senayan, Jakarta.

Motivasi dalam diri Tina Toon untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin sangat kuat. Tidak hanya di bidang hukum, katanya jika nanti ada kesempatan di bidang lain, tidak menutup kemungkinan akan dipelajari juga.

“Hajar saja. Harus belajar terus sampai maksimal,” tegas Tina Toon yang namanya melambung berkat lagu “Bolo-Bolo”. Tidak ada yang tidak mungkin selama ada kesempatan. Ke depan ia mengharapkan, antara karier dan pendidikan bisa jalan beriringan.

Tina Toon menyelesaikan kuliah Magister Hukum di Universitas Tarumanegara tepat waktu. (supriyanto)
Tina Toon menyelesaikan kuliah Magister Hukum di Universitas Tarumanegara tepat waktu. (supriyanto)

“Semua yang terbaik. Entertainment tetap jalan, pendidikan juga jalan. Yang penting sebagai figur publik saya berharap bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang. Tidak hanya seleb tapi juga yang lain,” ungkap Tina Toon. (Ind/ind)


Penulis Indra Kurniawan
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.