3 Hal yang Dirasakan Anwar Berkat Sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten

Altov Johar Senin, 16 Oktober 2017 10:00:27
Anwar tidak menyangka sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten mendulang sukses. (bambang setiawan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kesuksesan sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten (KKMJM) di ANTV, mengantarkan nama Anwar Sanjaya kian dikenal. Anwar sendiri tidak menyangka sinetron yang dibintanginya mendapat respons positif dari masyarakat.

Diakui Anwar, banyak hal positif yang dirasakan berkat keterlibatannya di sinetron itu. Tak terkecuali dari segi honor, mengingat sinetron ini tayang setiap hari.

"Efek yang pertama dirasakan, ya honor ha ha ha. Ya kan tiap hari, stripping. Anwar juga enggak nyangka banget sekarang masuk episode 100 lebih. Apalagi ini sinetron pertama Anwar," ungkap Anwar kepada Tabloidbintang.com.

Dilanjutkan Anwar, popularitas melambung seiring sukses sinetron ini. "Anwar yang tadinya enggak dikenal, sekarang semakin di kenal orang. Dari mulai anak kecil sampai ibu-ibu," aku Anwar bangga.

Anwar tidak menyangka sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten mendulang sukses. (bambang setiawan)
Anwar tidak menyangka sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten mendulang sukses. (bambang setiawan)

Anwar mengatakan, yang paling penting dirinya dapat menggali potensinya di bidang akting, lewat sinetron itu. Anwar bersyukur berkesempatan belajar dari artis-artis senior yang juga terlibat di sinetron Kecil Kecil Mikir Jadi Manten.

"Anwar yang belajar benar-benar akting sinetron, tuh gimana. Tadinya kan cuma live saja. Anwar yang tadinya enggak punya basic akting sama sekali, bisa belajar sama artis senior yang lain," pungkas Anwar.

(tov/ind)


Penulis Altov Johar
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.