Alasan Elvy Sukaesih Tak Temui Dhawiya di Tahanan

Abdul Rahman Syaukani Selasa, 27 Pebruari 2018 06:45:05
Elvy Sukaesih memenuhi pemanggilan penyidik atas kasus narkoba yang membelit anak-anaknya. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Elvy Sukaesih mendatangi Polda Metro Jaya, pada Senin (26/2) siang hingga sore hari. Kedatangan Elvy adalah untuk memenuhi pemanggilan penyidik atas kasus narkoba yang membelit anak-anaknya.

Meski cukup lama berada di Polda Metro Jaya, Elvy Sukaesih mengaku tidak sempat bertemu dengan Dhawiya, putri bungsunya. 

"Kebetulan tadi sudah habis jam besuknya, jadi saya belum ketemu (Dhawiya)," ucap Elvy Sukaesih, di hadapan awak media.

Elvy Sukaesih memenuhi pemanggilan penyidik atas kasus narkoba yang membelit anak-anaknya. (Seno/tabloidbintang.com)
Elvy Sukaesih memenuhi pemanggilan penyidik atas kasus narkoba yang membelit anak-anaknya. (Seno/tabloidbintang.com)

Pelantun Gula Gula ini tidak tahu seperti apa yang akan terjadi jika dirinya bertemu Dhawiya nanti. Kemungkinan tangisan keduanya akan pecah setelah seminggu lebih tidak bertemu.

"Saya juga enggak bisa bayangin ya kalau ketemu gimana, aduh," kata Elvy Sukaesih, sambil berkaca-kaca.

Elvy Sukaesih ditanyai sedikitnya 18 pertanyaan oleh penyidik. Dia mengaku tidak tahu menahu perihal aktivitas penyalahgunaan narkoba yang dilakukan anak-anaknya.

Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya, dan kakaknya terjerat kasus narkoba. (Istimewa)
Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya, dan kakaknya terjerat kasus narkoba. (Istimewa)

Selain disibukkan dengan aktivitasnya di dunia keartisan, Elvy Sukaesih juga tidak terlalu memantau anak-anaknya karena kamarnya dan kamar anak-anak cukup berjauhan, meski tinggal di rumah yang sama.

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.