Eddy Supardi Pendiri Roti Bakar Eddy Meninggal, Lihat Lagi Perjuangannya

TEMPO Kamis, 11 Oktober 2018 16:00:30
Pendiri Roti Bakar Eddy Edi Supardi (Dok. Instagram @risdiantiedi)

TABLOIDBINTANG.COM - Pendiri Roti Bakar Eddy meninggal dunia. Kabar itu dikonfirmasi dari anak Eddy, Risdianti Edi Supardi (Risdy) melalui akun instagramnya @risdiantiedi. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ..... Selamat jalan Bapak," tulisnya sekitar pukul 20.00 10 Oktober 2018.

Usaha Roti Bakar Eddy yang sangat terkenal ini pernah ditulis Tempo pada 2005. Saat itu sudah banyak terlihat deretan mobil mentereng berjejer rapi di persimpangan Jalan Raden Patah dekat Departemen Pekerjaan Umum. Tak jauh dari tempat itu, puluhan kaum muda sudah berkumpul menyebar di warung-warung tenda yang ada di sana.

Kawasan tak jauh dari Blok M ini sudah disulap menjadi tempat gaul. Semakin larut malam, mereka yang nongkrong di Roti Bakar Eddy semakin banyak hingga ratusan orang. Mereka umumnya kaum muda, bermobil, dengan dandanan trendi.

Roti bakar Eddy yang legendaris (Dok. Instagram)
Roti bakar Eddy yang legendaris (Dok. Instagram)

Tak jarang juga para eksekutif muda, artis, bahkan pejabat ikut nimbrung, sekadar cari angin atau melepas lelah di Roti Bakar Eddy. Mereka bisa kongko-kongko di tempat ini hingga pukul 2 pagi. Dari sekian banyak warung kakilima di sana, warung tenda Roti Bakar Eddy paling banyak disambangi muda-mudi itu. Dari fisiknya warung tenda penjual roti ini tak besar-besar amat. Tapi soal ketenarannya, jangan diragukan. 

Anak muda dari berbagai penjuru di Jakarta umumnya pernah mendengar ikon roti bakar ini. Berbagai jenis roti bakar dengan citarasa tersendiri, seperti roti bakar isi kornet, telur, dan keju. Harganya sesuai dengan kocek anak muda. Tak aneh sejak 1970-an warung ini selalu laris. "Dulu bapak mereka makan di sini, sekarang anaknya," ujar Eddy Supardi, pemilik Roti Bakar Eddy 15 tahun lalu.

Ketika muda pendiri Roti Bakar Eddy, Eddy Supardi, hanya ikut saudaranya mengadu nasib di Jakarta. Waktu itu, pada 1966, pria asal Solo ini bekerja pada seorang pedagang roti bakar yang mangkal di sekitar Blok M. Kala itu tak pernah terbayang di benaknya kelak menjadi "bos" roti bakar di kota metropolitan yang sukes, dan bahkan kini sudah membuka cabang di beberapa tempat.


TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.