Perjalanan Eddy Supardi Membangun Roti Bakar Eddy Sampai Meraih Sukes

TEMPO Kamis, 11 Oktober 2018 17:15:49
Pendiri Roti Bakar Eddy Edi Supardi (Dok. Instagram @risdiantiedi)

TABLOIDBINTANG.COM - Pendiri Roti Bakar Eddy, Eddy Supardi meninggal dunia. Sebelum meraih sukses, begini perjuangan Eddy Supardi membangun warung Roti Bakar Eddy.

Hari ke hari dilalui Eddy muda dengan membuat roti bakar dan melayani pembeli. Dia hanya mendapat upah Rp 25 per hari, yang disisihkan Rp 15-nya untuk menabung. "Hasil menabung selama beberapa tahun saya jadikan modal membeli gerobak," kata Eddy Supardi, saat diwawara beberapa tahun lalu.

Setelah memiliki gerobak sendiri, Eddy memberanikan diri membuka usaha roti bakar pada 1971. Suami Runtah ini mulai berjualan di Jalan Hasanuddin, Blok M. Penghasilannya naik jadi Rp 250 sehari. Kesabarannya menjalani usaha sekitar lima tahun membuahkan hasil. Tanpa diduga, seorang pegawai kelurahan tempat ia mangkal mengajaknya ikut serta kejuaraan "masakan antarbangsa" yang diselenggarakan pemerintah DKI Jakarta di Balai Sidang. "Pesaingnya waktu itu orang-orang hotel. Penampilan saya apa adanya, tapi saya berhasil menjadi juara pertama," ujar Eddy Supardi bangga.

Dari situlah nama Roti Bakar Eddy semakin tenar. Piagam penghargaan sebagai pemenang pertama dari Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta waktu itu) dipajang di gerobak roti bakarnya. Di era Tjokropranolo (Gubernur DKI selanjutnya), Eddy Supardi kembali menjadi pemenang pertama dalam perlombaan masakan. "Sejak hari-hari itu pelanggan saya tambah banyak, pendapatan naik dua kali lipat," tuturnya.

Roti bakar Eddy yang legendaris
Roti bakar Eddy yang legendaris

Eddy Supardi berhasil mempertahankan usahanya. Soal omzet, dia enggan memerincinya. Namun, dia memberi gambaran usahanya pada 2005. Setiap harinya rata-rata pembeli mencapai 500 orang. Hari libur bahkan bisa melonjak jadi 1.000 orang. Dengan harga jual Rp 7.000 per porsi, omzet bapak empat anak ini bisa mencapai Rp 100 jutaan per bulan. Dengan itu, kini dia mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi 24 orang. Mereka mendapat upah rata-rata Rp 40 ribu per hari.

Mereka semua mengenakan seragam Roti Bakar Eddy. Dari hasil kerja kerasnya, bapak dengan wajah kalem ini telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga tingkat sarjana.

Tahun 2018 ini, usaha Roti Bakar Eddy sudah memiliki 9 buah cabang. Roti Bakar Eddy tersedia di Blok M, Tanah Abang, Ciledug, Pondok Pucung, Haji Nawi, Pondok Gede, Lenteng Agung, Margonda, dan Cibubur. Usaha Roti Bakar Eddy pun saat ini dikelola oleh anak-anak Eddy Supardi.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.