Jennifer Coppen Cerita soal Dukungan Orang Tua dalam Kariernya

Wayan Diananto Rabu, 6 Pebruari 2019 01:00:37
Orang tua Jennifer Coppen mendukung keputusannya untuk terjun ke dunia entertaiment. (Seno Susanto)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah syuting 3 film, Jennifer Coppen menyimpulkan, seni peran adalah panggilan jiwa.

Perkenalan Jennifer dengan seni peran bermula saat ia menghadiri acara modeling di Pulau Dewata. Kala itu, Jennifer yang tinggal di Bali masih duduk di kelas 9 SMP. Dalam acara itu, ia bertemu manajer casting rumah produksi MD Pictures, Sanjay Mulani. 

Sanjay menawari Jennifer main sinetron dan menjajaki kemungkinannya tampil di layar lebar. Awalnya ayahnya khawatir karena mayoritas pencari bakat biasanya minta uang jutaan rupiah untuk mengorbitkan artis baru. Ia juga mengkhawatirkan pendidikan putrinya. Sanjay berhasil meyakinkan Richardo, putrinya memiliki hasrat besar di dunia seni. 

“Solusinya, saya menyelesaikan sekolah di Bali dulu. Setelah lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di Jakarta sembari merintis karier di bidang seni. Jadi artis bukan cita-cita saya. Awalnya, saya mau jadi dokter. Sering waktu, saya merasa matematika dan IPA bukan passion saya,” beber Jennifer yang mengawali debut lewat sinetron Romeo dan Juminten. 

Jennifer Coppen mengawali debut karirnya pada sinetron Romeo dan Juminten (Seno Susanto)
Jennifer Coppen mengawali debut karirnya pada sinetron Romeo dan Juminten (Seno Susanto)

Kali pertama syuting, ia tak paham teknik menghafalkan dialog dan mendalami peran.

“Saya terus belajar hingga dipercaya main film. Belakangan saat melihat kembali beberapa episode sinetron yang dulu saya bintangi, saya malu. Saya merasa tidak kenal, itu siapa, kok aktingnya jelek banget, ha ha ha! Bersyukur, orang tua mendukung keputusan saya terjun ke seni peran,” ujar dia. 

(wyn / gur)
 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.