Denada Sedih Mendengar Pertanyaan Shakira Putrinya

Altov Johar Sabtu, 6 Juli 2019 08:30:13
Denada (Supri / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Denada mengungkap kondisi putrinya, Shakira, yang sudah 1,5 tahun terakhir menjalani pengobatan di Singapura karena sakit leukimia. Aktivitas Shakira yang banyak dilakukan di rumah sakit dan rumah, membuatnya rindu pulang ke Jakarta.

Denada beryukur, kini Shakira sudah dibolehkan ke children center. Ruangan yang dijaga betul kebersihannya untuk anak-anak yang menjalani kemoterapi. Dengan begitu Shakira bisa berkegiatan bersama, seperti menari dan menyanyi bersama.

"Di situ dia dikumpulkan dengan anak-anak yang menjalani kemoterapi, jadi mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Mereka berkegiatan bersama, nyanyi, bikin perfomance dengan anak-anak ini," kata Denada di Hotel Four Season, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Namun ada pernyataan Shakira yang membuat Denada sedih. Yakni ketika sang anak menanyakan kapan dirinya sembuh. Di situ Denada berusaha membesarkan hati Shakira.

"Paling sedih adalah saat dia bilang, 'ibu kapan sih akh sembuhnya?'. Aku selalu bilang ke dia, 'kamu udah sembuh kok, udah sehat'. Kita besar-besarkan hatinya agar dia semangat," ujar Denada.

Support Shakira (IG)
Support Shakira (IG)

Selama ini Denada selalu mengatakan kepada Shakira, bahwa keberadaan mereka di Singapura untuk bersenang-senang. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan semangat Shakira dalam melawan sakitnya.

"Gimana seolah-olah mindset dan semangatnya tumbuh kembali, karena berat untuk dia. Aku juga sempat tutup semua cermin di sana kan waktu rambutnya tidak ada akibat kemo, karena down banget," pungkas Denada.

(tov / gur)

Penulis Altov Johar
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.