Sang Anak Ceritakan Detik-Detik Terakhir Sebelum Rudy Badil Meninggal Dunia

Altov Johar Kamis, 11 Juli 2019 18:45:11
Rudy Badil dan Indro Warkop (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Rudy Badil, salah satu pendiri Warkop DKI meninggal dunia karena mengalami pecah pada pembuluh darah. Semasa hidupnya, Rudy diketahui memiliki riwayat sakit stroke. Rudy Badil meninggal dunia pagi tadi pukul 07.13 WIB.

 

Banu, anak Rudy Badil, menceritakan detik-detik terakhir kondisi ayahnya sebelum meninggal dunia. Dikatakan Banu, sang ayah sempat terjatuh di kamar mandi dan langsung dilarikan ke RSPI Bintaro.

"Pokoknya bapak tuh jatuh Senin pagi, ditemui sama ibu di kamar mandi. Posisi pintu terkunci, akhirnya ibu sama satpam dobrak pintu karena terpaksa," tutur Banu di rumah duka Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (11/7).

"Dibawa ke RSPI Bintaro terus kemudian ditransfer ke Hermina Depok. Jam 7 pagi tadi kebetulan kan saya nginep semalam, pihak rumah sakit manggil katanya udah enggak akan lama. Sepuluh menit kemudian udah enggak ada," sambung Banu.

Banu melanjutkan, ayahnya memang memiliki riwayat stroke pada tahun 2002 dan 2010. Sementara ini pihak keluarga menduga meninggalnya Rudy Badil karena pembuluh darahnya yang pecah.

"Dia ada riwayat stroke ya, tahun 2002 sama 2010, kalo dugaan kita sementara dia jatuh di kamar mandi itu karena pembuluh darahnya pecah dulu baru dia jatuh. Jadi bukan jatuh baru pecah. Memang ada riwayat stroke," kata Banu.

Saat ini jenazah Rudy Badil disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Dharmais. Rencananya jenazah akan dimakamkan pada Hari Sabtu (13/7), di TPU Tanah Kusir. "Tapi masih nego-nego dulu karena KTP beliau bukan DKI," pungkas Banu.

(tov / ray)

Penulis Altov Johar
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.