Penjara Tidak Membuat Ratna Sarumpaet Berhenti jadi Aktivis

Supriyanto Jumat, 27 Desember 2019 10:00:11
Ratna Sarumpaet bebas bersyarat. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ratna Sarumpaet keluar dari penjara Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Kamis (26/12) siang. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani hukuman 15 bulan dari vonis 2 tahun penjara atas kasus penyebaran berita hoax.

Senyum bahagia terlihat di wajah Ratna Sarumpaet. Meski pernah mendekam di balik jeruji besi, Ratna tidak akan berhenti mengeluarkan kritik untuk pemerintah. Model majalah tahun 80-an itu menegaskan, dirinya bakal kembali menjadi seorang aktivis di awal 2020 mendatang.

"Ya sebagai aktivis, sudah menjadi tabiat saya. Jadi enggak bisa diubah," ungkap Ratna Sarumpaet di kediamannya, kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan, Kamis (26/12).

Ratna Sarumpaet bebas bersyarat. (Seno/tabloidbintang.com)
Ratna Sarumpaet bebas bersyarat. (Seno/tabloidbintang.com)

Kepada wartawan, Ratna Sarumpaet menjelaskan, selama ini dirinya tidak pernah berpolitik. Menurutnya, selama ini justru kegiatannya adalah melawan politik kotor.

"Saya mohon ya, berulang kali saya katakan. Saya tidak berpolitik. Saya sebenarnya counter politik. Saya mengcounter kesalahan-kesalahan dalam kegiatan politik. Itu sebenarnya posisi saya," ujar Ratna Sarumpaet.

Lantas terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna mengaku dirinya berada di kubu yang salah.

"Mungkin itu yang salah kemarin, saya masuk timnya Pak Prabowo ya. Salah dalam tanda petik maksud saya, itu saya sadari. Mungkin enggak cocok buat saya ya," pungkas Ratna Sarumpaet.

(pri/ari)

 

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.