Kondisi Pelawak Sapri Pantun Setelah Dirawat di Ruang ICU karena Gula Darah Tinggi

Supriyanto Kamis, 6 Mei 2021 13:00:07
Pelawak Sapri Pantun Dirawat di Ruang ICU karena Gula Darah Tinggi (Markuat/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Komedian Betawi Sapri Pantun dirawat di ruang ICU RS Sari Asih Ciledug, Tangerang, Banten. Kabar tersebut diketahui dari unggahan Ruben Onsu dalam akun Instagram miliknya, Rabu (5/5). 

Dalam foto yang dipajang Ruben Onsu, tampak Sapri mengenakan baju pasien dengan kondisi terlihat lemas dibantu alat pernapasan.

Doli, adik sekaligus manajer Sapri membenarkan kakaknya sedang dirawat di ruang ICU. Doli mengatakan, Sapri Pantun dibawa ke rumah sakit karena gula darahnya tinggi. “Iya benar. Gula darahnya tinggi 1000 lebih,” ujar Doli saat dihubungi wartawan lewat telepon, Kamis (6/5).

Doli menerangkan, kondisi Sapri Pantun kini sudah membaik, gula darahnya mulai turun. Ia pun dalam kondisi yang sadar walau terbaring lemah di ranjang rumah sakit. “Alhamdulillah sekarang udah turun,” beber Doli.

Meski membaik, Sapri Pantun masih kesulitan untuk komunikasi. Ia sering kali bicara ngawur dan terlihat seperti orang kebingungan. “Tapi bicaranya masih ngaco sering linglung,” jelas Doli.

Dalam postingannya di Instagram, Ruben Onsu memajang dua buah foto Sapri Pantun yang tergolek lemah di ranjang rumah sakit dengan infus dan alat bantu pernafasan.

“Mohon Doanya untuk saudara kita @sapri_pantun yg skrg ini terbaring sakit di ICU semoga segera pulih dan bisa melihat istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan anak ke-2,” tulis Ruben Onsu. Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar. Banyak rekan artis hingga masyarakat yang mendoakan kesembuhan Sapri Pantun.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.