Kimberly Ryder Punya Target Raih Piala FFI

Indra Kurniawan Minggu, 6 April 2014 06:04:39
Kimberly Ryder. (Seno/BION)

TABLOIDBINTANG.COM - LAHIR di Jakarta, 6 Agustus 1993, Kimberly Ryder sejak kecil senang ikut teater di sekolahnya.

"Dari TK sampai SMP kelas 1 aku selalu ikut teater sekolah. Enjoy banget!" serunya. Merasa punya bakat akting, Kim mengikuti berbagai kasting, sampai akhirnya awal Maret 2008 ia diajak SinemArt untuk bermain sinetron Cahaya yang dibintangi Naysilla Mirdad. "Waktu itu lagi libur sekolah. Dari situlah aku terjun ke dunia entertainment," kenang Kim. Karier Kim melonjak ketika tampil di film Get Married 2. Sejak itu film yang dibintanginya pun bertambah setiap tahun.

Tercatat sampai sekarang, ia telah bermain di 15 film. Termasuk My Idiot Brother dan Jomblo Keep Smile yang segera tayang di bioskop tahun ini. Buat artis sebelia Kim, ini luar biasa. "Alhamdulillah setiap tahun aku main film. Targetku memang at least 1 film 1 tahun," tandasnya. Karier mulus, akting meningkat, Kim berharap suatu saat nanti dapat menggondol penghargaan dari Festival Film Indonesia (FFI) atau ajang-ajang penghargaan film lainnya.

"Ke depan, aku ingin main film yang lebih serius atau film yang ada kontroversinya, yang kemungkinan bisa masuk FFI. Karena belum pernah masuk nominasi FFI, sekarang aku sedang bekerja keras untuk mencapai itu," tekad Kim.

Kim ingin dikenal lewat karya-karyanya. "Aku menghindari sensasi. Private life, ya buat aku saja. Bukan untuk konsumsi publik," tegasnya. Dengan jiwa sosialnya yang tinggi, Kim melakukan kegiatan sosial tanpa sorotan media. "Jangan sampai publik beropini kalau kita cuma mau terlihat baik saja. Enggak perlu show off saat berbuat baik. Itu urusan kita dengan Tuhan saja," akunya.

Kesuksesan Kim tidak lepas dari peran mamanya, Irvina Zainal. Irvina menyaring tawaran pekerjaan yang datang kepada putrinya. "Mama yang mencari job buatku. Mama pula yang memanajeriku," ia bersyukur.

Film genre apa pun siap dilakoni, namun sebagai artis yang menganut budaya timur, Kim punya batasan. "Seksi kalau make sense, masih bisa. Kayak Air Terjun Penganten Phuket, aku minta enggak pakai bikini, akhirnya aku dikasih baju renang one-piece. Menggunakan pakaian itu pun sesuai storyline. Seksi yang wajar, enggak seronok. Cuma kalau tiba-tiba ditawari film yang mengharuskan berpakaian seksi di tempat yang enggak wajar, enggak, deh! Film horor pun, aku enggak mau yang ada pocongnya," Kim mengurai panjang.

(han/adm)

Penulis Indra Kurniawan
Editor -
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.