Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual

Wayan Diananto Sabtu, 25 Pebruari 2017 19:00:40
Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - “Malu? Saya tidak merasa malu. Saya tidak bersalah dalam kasus (pelecehan seksual) itu. Lagipula setiap manusia pasti pernah mengalami musibah dalam hidupnya. Hadapi. Mengapa mesti malu,” imbuh Tegar seraya berharap, “Semoga karier yang meredup bersinar lagi. Hikmah yang saya dapat dari kasus itu: sekarang saya tahu mana kawan dan mana lawan yang berpura-pura menjadi kawan. Saya harus lebih berhati-hati dalam bergaul.”

Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual (Seno/tabloidbintang.com)
Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual (Seno/tabloidbintang.com)

Tegar percaya, ia bukan satu-satunya anak laki-laki yang menjadi korban pelecehan seksual. Ia mengimbau remaja sepantarannya untuk berani bersuara, berani menolak, berani melapor. Kalau tidak salah, jangan ragu melawan. Ia memastikan, kesulitan hidup tak akan menghentikannya meraih kesuksesan. 

Sebagai langkah awal untuk kembali ke industri musik, Tegar berkolaborasi dengan peraih medali emas World Championships of Performing Art 2016 - Long Beach, Amerika Serikat, Ryan Chandra Widjaja. Bersama Ryan, Tegar membawakan lagu “Bila Kau Sahabatku.” Lagu ini bercerita tentang indahnya persahabatan di tengah perbedaan. 

Pertemuan Tegar dan Ryan terjadi tanpa sengaja di sebuah rumah makan di Puri Indah, Jakarta, tahun lalu. Ryan berkenalan dengan Tegar, foto bersama, lalu menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama. Tidak disangka, obrolan itu berlanjut ke studio rekaman.

Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual (Ryan/tabloidbintang.com)
Tegar Septian: Saya Tidak Malu Jadi Korban Pelecehan Seksual (Ryan/tabloidbintang.com)

Ryan mengatakan, “Warna vokal saya dan Tegar beda. Selera musik kami beda. Saya suka lagu-lagu Bruno Mars dan Sam Smith. Tegar suka musik pop melayu. Ketika disatukan di studio rekaman justru menciptakan harmoni yang unik. Bahkan, rekaman lagu ini hanya sehari. Visi single ini jelas, saling sayang di atas perbedaan. Ini sekaligus bentuk keprihatinan saya dan Tegar terhadap situasi Indonesia belakangan ini. Saya pikir lagu ini pas dengan momennya.” 

 

(wyn/gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.