Sastrawan dan Jurnalis Senior Gerson Poyk Meninggal

Tubagus Guritno Jumat, 24 Pebruari 2017 14:40:59
Sastrawan Gerson Poyk (Dok. Facebook)

TABLOIDBINTANG.COM - Dunia sastra dan jurnalistik Tanah Air berduka. Hari ini lini masa sejumlah media sosial diramaikan dengan ungkapan duka cita dan kenangan terhadap salah seorang tokoh besar sastra Tanah Air, Gerson Poyk.

Wartawan sekaligus sastrawan senior itu meninggal pada hari ini, Jumat (24/02) di kediamannya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Bernama lengkap Herson Gubertus Gerson Poyk, Gerson lahir dikenal sebagai penulis sejak tahun 1950 setelah dia menamatkan Sekolah Guru Agama di Surabaya.

Sebelum bergabung dengan harian Sinar Harapan, pada 1962, Gerson Poyk dikenal sebagai guru SMP yang mengajar di Ternate dan Bima.

Awal tahun 70-an, dia berangkat ke Amerika untuk mengikuti program International Writing Program di University of Iowa. Namanya kemudian terus berkibar, dan pernah mendapat penghargaan dari majalah Horison, piala Adinegoro (PWI), Southeast Asia Write Award 1982, dan Lifetime Achievement Award dari harian Kompas.

Gerson Poyk lahir di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, 16 Juni 1931. Namanya dikenal melalui karyanya yang dimuat di media massa. Karya Gerson Poyk antara lain Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di bawah Matahari Bali (1982), Requiem Untuk Seorang Perempuan (1981), dll.

Sebelum meninggal, dalam beberapa tahun terakhir, Gerson Poyk diketahui beberapa kali dirawat di rumah sakit.

Gerson Poyk menikah dengan Atoneta Saba, dan dikaruniai lima anak, salah satunya Fanny Jonathan Poyk, seorang penulis yang juga mantan wartawati majalah anak-anak Fantasi, salah satu produk Media Bintang Indonesia Group.

(gur/yb)


Penulis Tubagus Guritno
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore