drg Ratu Mirah Afifah: Pasien Saya Adalah Masyarakat

Wayan Diananto Friday, 19 May 2017
drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc (Wayan Diananto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Diakui drg Ratu Mirah Afifah, tantangan baru yang dihadapinya tahun ini merupakan upaya keluar dari zona nyaman.

Mirah bergabung dengan perusahaan raksasa Unilever sejak 1 Februari 2008. Selama itu, ia identik dengan merek pasta gigi.

Mirah menjabat Head of Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk. Mirah bilang, episode baru di hidupnya ini dijalani atas dasar keinginan sendiri.

“Kalau ditanya saya dicemplungin atau bergabung atas kesadaran sendiri, saya jawab begini. Saya bersama brand Pepsodent sudah sembilan tahun. Ketika dievaluasi, saya ditanyai harapan saya apa? Setelah hampir satu dekade, saya berharap mendapat tanggung jawab lebih dan beroleh pengalaman di tempat baru. Perusahaan melihat potensi dan kesempatan untuk saya,” urai Mirah.

Mirah sebelumnya menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung. Ia telah meraih predikat dokter gigi. 

Mirah mengambil gelar dokter gigi karena didorong oleh orang tua. Ayah dan ibu Mirah bekerja sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor. Mereka sangat suka belajar dan telah bergelar profesor.

“Nenek saya bidan yang mendirikan klinik bersalin. Nenek bilang, 'Nanti salah satu cucu saya harus ada yang menjadi dokter.' Akhirnya, amanah itu sampai ke tangan saya. Tapi saya sudah lama enggak praktik. Ha ha ha,” Mirah mengingat.

Ia menambahkan, “Saya mengambil spesialis Public Health Dentistry. Saya ingat ketika kuliah, seorang dosen mengatakan bahwa saya berbeda dengan dokter gigi yang membuka klinik pada umumnya. Mereka menangani pasien yang datang ke klinik. Satu dua tiga pasien. Dia bilang, 'Sementara kamu punya pasien langsung banyak karena pasien kamu adalah masyarakat. Benar saja. Setelah bergabung dengan yayasan, saya mesti menjangkau dua juta anak setiap tahunnya. Bisa dibilang pasien saya dua juta setiap tahun.” 

(wyn/gur)

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.