Andmesh Kamaleng Menjadi Tulang Punggung Keluarga Setelah Ayah Meninggal

Yohanes Adi Pamungkas Jumat, 6 Oktober 2017 18:10:01
Andmesh Kamaleng, juara Rising Star Indonesia 2017 (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dua tahun lalu juara ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia 2017, Andmesh Kamaleng tengah bernyanyi di sebuah acara di Kupang. Kebetulan malam itu penyanyi Delon turut menjadi bintang tamu. Andmesh Kamaleng naik panggung pukul 7 malam. 

Bersamaan saat Andmesh Kamaleng menyanyi di atas panggung, ayahnya, Yess Kamaleng menghembuskan nafas terakhir. "Saya baru dikasih tahu kalau papa meninggal setelah turun panggung," kenang Andmesh Kamaleng saat berbincang belum lama ini.

Waktu itu Andmesh Kamaleng duduk di bangkul kelas 3 Sekolah Menengah Atas dan beberapa bulan lagi akan lulus sekolah. Kepergian ayahnya membuat pelantun lagu Jangan Ubah Takdirku ini sulit menerimanya. "Saya marah sama Tuhan kenapa papa meninggal secepat ini, saya belum siap karena masih butuh papa," jelas Andmesh Kamaleng.

Beberapa bulan kemudian barulah Andmesh Kamaleng bisa menerima kepergian ayahnya. Dia mulai menata hidupnya, menggantikan sosok sang ayah dalam keluarga. Ya, sebagai tulang punggung keluarga mengingat Andmesh Kamaleng merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga. Tanggung jawab keluarga dipikul oleh Andmesh Kamaleng di usia yang masih sangat muda.

Lulus sekolah seorang kenalan memberikan pekerjaan Andmesh Kamaleng sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) honorer di kantor pemerintahan Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Siang bekerja malamnya saya menyanyi di kafe-kafe di Kupang," ceplos pria bertubuh tinggi besar ini. Andmesh Kamaleng harus bekerja mencari tambahan uang untuk  biaya hidup keluarganya.

(han/yb)

Penulis Yohanes Adi Pamungkas
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.