The Sacred Riana ASIAs GOT TALENT 2 Sulit Tampil di TV Indonesia Karena Hal Ini

Rizki Adis Abeba Selasa, 14 November 2017 14:00:25
The Sacred Riana (Ryan Muhjani / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nama dan wajah The Sacred Riana sebenarnya sudah tidak asing lagi. Sebelum mengikuti ajang Asia's Got Talent musim kedua tahun ini, ia pernah berlaga di acara Stand Up Magician (2012) dan The Next Mentalist (2013-2014).

Setelah menjadi runner up The Next Mentalist, Riana mulai sering tampil di televisi. Sayangnya aksi The Sacred Riana tidak lagi terlihat di televisi dalam tiga tahun belakangan. Sang manajer, Bow, menjelaskan hal ini terkait dengan aturan penyiaran televisi. Setiap kali The Sacred Riana akan tampil di televisi, mereka selalu mendapat peringatan untuk tidak menampilkan hal-hal yang bisa dianggap melanggar aturan.

“Akhirnya kebanyakan televisi memilih bermain aman, daripada menampilkan Riana yang harus trus berhati-hati, lebih baik tidak usah menampilkan sama sekali. Karena itu Riana sempat vakum selama tiga tahun dari televisi,” urai Bow di acara jumpa pers perkenalan empat semi finalis Asia's Got Talent asal Indonesia pada Senin (13/11).

Namun hal itu tidak menghentikan The Sacred Riana untuk terus mengembangkan kariernya sebagai ilusionis beraliran bizarre illusionist. Ia terdorong untuk mengikuti ajang berkelas internasional seperti Asia's Got Talent tahun ini.

“Kami pikir, kalau di Indonesia memang susah (ditampilkan), kenapa enggak kita tampilkan saja di luar (negeri)? Toh kalau di luar sudah bisa berhasil, di Indonesia bisa lebih diterima. Yang perlu ditekankan, penampilan Riana initinya hanya untuk pertunjukkan hiburan. Kalau ada yang bilang, terlalu mistis, terlalu horor, apa yang kami tampilkan semata-mata hanya bentuk hiburan,” tegas manajer The Sacred Riana.

(riz/ray)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Panditio Rayendra
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.