Pasca Bencana Tsunami, Ade Jigo Mimpikan Almarhumah Istrinya

Altov Johar Jumat, 4 Januari 2019 09:30:00
Pasca Bencana Tsunami, Ade Jigo Mimpikan Almarhumah Istrinya (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ade Jigo dan istrinya, Meyuza, menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda pada 20 Desember 2018 lalu. Kala itu Ade dan istrinya tengah berada di kawasan Tanjung Lesung, Banten untuk mengisi sebuah acara.

Ade Jigo menjadi salah satu korban yang selamat dari musibah tersebut. Sementara sang istri meninggal dunia karena terseret tsunami yang menerjang di sekitar lokasi mereka berada.

Adi Jigo mengaku sempat diimpikan istrinya yang kini telah pergi untuk selamanya. Dalam mimpi itu, Ade meminta Meyuza mengangkat telepon genggamnya yang berdering.

"Ya setelah beberapa hari saya dimimpikan. Teman saya telepon, jadi kayak HP berdering dan saya minta tolong istri saya, 'bun angkat bun HP-nya', oh iya yah. Ya udah cuma itu," ungkap Ade Jigo di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/1).

Ade Jigo sedang bekerja dengan rekan satu grupnya, AA Jimmy di Tanjung Lesung saat tsunami terjadi (Instagram)
Ade Jigo sedang bekerja dengan rekan satu grupnya, AA Jimmy di Tanjung Lesung saat tsunami terjadi (Instagram)

Bukan hanya Ade, pengasuh anak mereka juga sempat bertemu Meyuza dalam mimpinya. Dari pengakuan si pengasuh, kata Ade, almarhhmah memperlihatkan rumah barunya yang bagus dan megah.

"Istri saya manggil dia Cut kan, 'Cut ini rumah baru saya', bagus enggak?' Digituin si mbak. Si mbak lihat itu rumah bagus, tingkat," pungkas Ade.

Selain istri Ade Jigo, tsunami Selan Sunda juga merenggut nyawa istri vokalis Ifan Seventeen. Bahkan Aa Jimmy, istri dan kedua anaknya, juga meninggal dunia karena terseret tsunami. 

(tov / wida)

Penulis Altov Johar
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.